Melihat Runtuhnya Uni Soviet, Pidato Prabowo Cukup Masuk Akal

Tahun 1976, ketika seorang ilmuwan politik Prancis, Emmanuel Todd meramal bahwa Uni Soviet akan segera jatuh, kurang dari 20 tahun lagi. Orang-orang di seluruh dunia menertawakan ramalan tersebu, sambil berkata, “Mana Mungkin!”.

Namun ramalan tersebut menjadi kenyataan. 15 tahun kemudian, Uni Soviet runtuh dan bubar pada 1991. Negara komunis terbesar di dunia itu terbelah menjadi beberapa negara merdeka, masyarakat internasional terdiam.

Dulu Uni Soviet merupakan salah satu negara adidaya di dunia, dan musuh abadi Amerika Serikat (AS).

Negara ini merupakan negara komunis teragung sejagat raya pada masanya. Kaya raya dengan sumber alam minyak bumi, pertanian, perkebunan sampai senjata, semuanya tersedia. Kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya terjamin. Teknologi dan senjata militernya tiada tanding.

Beda dengan AS yang masih harus mengimpor Bahan Bakar Minyak, Uni Soviet adalah penghasil minyak terbesar di dunia pada masa itu.

Soviet berdiri tanggal 25 Oktober 1917. Bahkan 3 tahun setelah itu, tepatnya di tahun 1920 Vladimir Lenin terus berusaha melebarkan sayap komunisme ke luar Eropa Timur. Usahanya ini dikenal dengan Komintern (Komunis Internasional).


Uni Soviet sendiri merupakan negara komunis terbesar dan tertua yang pernah ada di dunia. Revolusi Bolshevik adalah pimpinan Lenin yang melahirkan negara Uni Soviet dan menjadikan paham Komunisme sebagai ideologi satu-satunya.

Tahun 1920, Lenin membentuk Komintern Pact ( Pacta Komunisme Internasional) sehingga komunis tidak hanya di Uni Soviet saja, tetapi juga berkembang di seluruh dunia dan merupakan gabungan-gabungan dari negara- negara sosial komunis yang beranggotakan 15 negara bagian, yaitu Rusia, Armenia, Azerbaijan, Belorusia, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgisia, Latvia Lithuania, Moldovia, Tadjikistan, Turkmenistan, Ukraina, dan Uzbekistan yang bergabung pada tahun 1958. Negara-negara tersebut tergabung dalam Republics Sosialist Soviet atau bisa disebut dengan RRS.

Baca Juga:  Perang Rohingya Myanmar Akan Menjadi Medan Laga ISIS Selanjutnya

Pada awalnya Sosialis Republic hanya terdiri dari empat negara, yaitu Russian Soviet Federated Socialist Republic ( RSFSR ), Transcaucasia (SFSR), Ukrina (SSR), Belorussian.

Cool War atau perang dingin yang sudah lama berlangsung disudahi dengan runtuhnya negara Uni Soviet pada 25 Desember 1991. Runtuhnya Uni Sovyet sekaligus runtuhnya Pakta Warsawa, persatuan negara-nagara komunis.

Keruntuhan Uni Soviet adalah contoh salah urus seorang Presiden.

Meskipun mereka memiliki senjata mematikan, menang di medan Perang Dingin yaitu medan perang antar spionase anta negara. Punya sumber daya alam tak terbatas. Namun jika salah urus, ya bubar.

Presiden terakhir Uni Soviet, Michael Gorbachev memimpin hanya 5 tahun, namun sudah memporak-porandakan pondasi dasar Uni Soviet. Dia telah menjual negaranya kepada asing dengan melakukan liberalisasi ekonomi yang disebutnya

– glasnost (keterbukaan, mengundang investor asing),
– perestroika (restrukturisasi modal),
– demokratizatsiya (demokratisasi),

– uskoreniye (akselerasi ekonomi),

Keempat program di atas, dimodali Gorbachev melalui hutang. Rasio hutang Soviet pada PDB/GDP pun membengkak sampai angka 55% pada tahun 1990.

Pasahal saat Gorbachev naik jadi Presiden tahun 1986, rasio hutang ke PDB/GDP Soviet hanya 22% saja. Melonjak sampai dua kali lipat hanya dalam waktu 5 tahun.

Rakyat Uni Soviet menderita. Kaum buruh dipaksa bekerja lebih keras demi menutupi defisit anggaran. Subsidi dihapus satu per satu agar negara cukup untuk membayar hutang.

Baca Juga:  Perang Suriah Jilid II Turki vs Kurdi

Tahun 1991, sebuah negara adi daya yang makmur itu, tiba-tiba runtuh karena negara-negara bagian sudah tak mau lagi dipimpin oleh Mikhail Gorbachev. Mereka sudah tak mau lagi kekayaan wilayahnya diperah hanya untuk membayar hutang.

Jika dinalar, pidato Prabowo bahwa Indonesia bisa bubar tahun 2030 ada benarnya juga.

Lha wong negara sebesar Uni Soviet saja bisa bubar karena salah urus selama 5 tahun, apalagi Indonesia.

9 Komentar

  1. Ya memang semua bisa terjadi..tapi dibedakan kondisinya..soviet itu warganya diperbudak habis habisan utk bayar hutang..lah disini beda..

    Dan rasio hutang masih 40 persen bukan 55 kaya soviet..dan tolong 4700t hutang itu akumulasi dr zaman berdiri ya bukan pas zaman jokowi doang…berita zaman sekarang mencuci otak banget..membuat semua seakan akan itu hutangnya jokowi semua..

    Dan kalo mau membangun itu sama sama..jgn direcokin..jadilah oposisi yg elegant..bukan saling menjatuhkan.. contoh amerika..duel cuma pas momentnya saja..selesai mereka saling bantu..

    Kalo masih banyak adu domba, black campaign, SARA ya saya percaya 2030 bisa bubar NKRI..bukan krn faktor kaya soviet.. tinggal cari aja dalang black campaign, adu domba dan SARA siapa..

    Ya kalo masih pada mau NKRI ada sih, kalo gak mau ya sering sering aja SARA, adu domba dan saling menghujat

  2. Ya jelas beda jauh… Uni Soviet jaya di era Stallin, dan dengan semua kemampuan yang dimilikinya menjadikan Uni Soviet begitu digdaya… Uni Soviet berakir sebenarnya justru setelah era Stallin berakir…
    Indonesia jelas berbeda dengan Uni Soviet, baik dari sejarah dari segi masyarakatnya, dan dari sisi manapun tidak akan pernah sama… menyamakan Indonesia dan Uni Soviet jelas sebuah keanehan…

  3. Memang byk prediksi indonesia dicabik cabik, tp jika terbawa keinginan seseorang yg ingin berkuasa, lantas mengopsikan indo bubar, berarti dialah yg mengancam akan membubarkannya. Apa gunanya perjuangan kalo ujung2nya bubar dan apa artinya berkuasa jika korbankan bangsa?
    Sangat disayangkan lontaran kata prabowo spt itu. Sy jd tidak resoek.

  4. itu wowo ngancem kalo ga kepilih lagi jadi presiden indonesia bakalan bubar karena wowo akan terus kasih berita HOAX, SARA, dan adu domba sebelum wowo jadi presiden, kalo wowo jadi presiden ane yakin berita HOAX, SARA dan adu domba bakalan hilang, karena ambisinya udah kecapai, tapi wowo bakalan jadi capres abadi selamanya dan selama itu pula Wowo bakalan kasi Berita HOAX, SARA dan adu domba xixixi kecuali wowo udah kapok nyalonin xixixixi
    JANGAN SAMPE ORDE BARU JILID 2 Terjadi, Bahaya bagi keutuhan NKRI

  5. bikin ngakak coy!!!!!!!!!!!! pesimitis di puja…
    runtuhnya soviet gk bisa di samaain sekarang sama kondisinya Indonesia sekarang!!! otak di pake woi!!
    nih baca baik baik poinnya runtuhnya soviet:
    – glasnost (keterbukaan, mengundang investor asing),
    – perestroika (restrukturisasi modal),
    – demokratizatsiya (demokratisasi),
    – uskoreniye (akselerasi ekonomi),

    saya tanya sama kalian siapa yg membuka itu semua PERTAMA KALI!!!! bukankah itu di buka oleh presiden soeharto pada massa itu yg notabene adalah seorang pejuang lalu kenapa dia mau melakukan itu gara gara bapaknya bowo….ente lupa dengan izin pengolaaan emas oleh freeport dan minyak bumi oleh asing!! berarti jaman itu kita sudah runtuh duluan dlm arti di kendalikan asing!!!!

    • tapi entalah dimanakah yg benar itu, banyak berita simpang siur…info info yg saya dapatkan cuma di dapat dari blog blog yg mungkin saja menfarming isi kepala supaya mengikuti opini mereka.
      Semua presiden adalah orang yg berjasa bagi negaranya jika ada yg kurang dari mereka itu wajar karena mereka manusia yg jauh dari sempurna. yah seperti saya ini jauh dr sempurna jd opini saya jg bisa salah..

  6. Kalo unisovyet plus negara eropa timur seperti cekoslowakia, yugoslavia dll yg jadi rujukan Indonesia bubar thn 2030 sepertinya mengada-ada.
    Sistem politik tangan besi dan sentralistik yg membuat negara mereka runtuh sbb tak bisa menampung aspirasi rakyat, juga keinginan rakyatnya dlm menentukan pilihan.
    Kalau mau bubar Indonesia itu thn 1998, sejak jatuhnya rezim Soeharto yg terkenal tangan besi dan sentralistik. Tapi Indonesia negara yang ajaib..demokrasi malah tumbuh subur..bahkan Indonesia lbh demokratis dr India yg notabene negara demokrasi terbesar ke 1.
    Jd Indonesia bubar thn 2030 hanya isapan jempol.

Tinggalkan Balasan