Menang Dalam Dog Fight, Saham Produsen Pesawat Chengdu JF-17 Meroket

Di tengah propaganda India tentang penggunaan pesawat F-16 dalam Dogfight melawan MiG-21 Bison. Pakistan keukeh mengklaim bahwa mereka menggunakan pesawat tempur ringan andalanya, Chengdu JF-17 Thunder.

China selaku rekan Pakistan dalam memproduksi JF-17 menolak untuk mengonfirmasi klaim angkatan udara Pakistan bahwa pesawat tempur JF-17 buatan China digunakan oleh Angkatan Udara Pakistan untuk menembak jatuh jet tempur MiG-21 India.

Kurang dari dua jam setelah klaim dibuat pensiunan perwira militer Pakistan, harga saham dari perusahaan pembuat pesawat JF-17 naik dalam bursa perdagangan di Shenzhen.

Kementerian Pertahanan China tidak menanggapi ketika ditanya apakah JF-17 terlibat dalam bentrokan udara Pakistan dan India. Juru bicara kementerian tersebut, Ren Guoqiang, memilih berkomentar yang meredam ketegangan. “Yang paling mendesak dan penting adalah India dan Pakistan harus tetap menahan diri,” katanya, dikutip Business Insider, Sabtu (2/3/2019).

Pensiunan perwira militer Pakistan yang membuat klaim bahwa JF-17 terlibat dogfight dengan jet tempur MiG-21 India adalah Shahid Latif. Dia adalah pensiunan marsekal udara Angkatan Udara Pakistan era kepemimpinan Jenderal Pervez Musharraf tahun 2001-2008.


“Dengan bangga mengumumkan, saya adalah direktur proyek untuk program JF-17 Thunder yang diproduksi bersama oleh Pakistan dan China selama masa (2001-2008) Jenderal Pervez Musharraf,” katanya dalam Twitter.

“Hari ini (Rabu lalu), jet yang sama menargetkan dan menembak jatuh Jet India yang memasuki wilayah udara Pakistan,” lanjut dia.

Baca Juga:  ​Polisi Militer Rusia Gunakan Kendaraan Multirole Ringan 4x4 Rys Iveco Italia

JF-17 adalah pesawat tempur ringan bermesin tunggal. Pakistan memiliki sekitar 110 unit JF-17. Angkatan Udara Nigeria dan Myanmar juga menggunakan JF-17, yang mereka beli dari Pakistan.

China telah meminta India dan Pakistan untuk menjaga komunikasi dan dialog.”Mengelola situasi dan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah ini,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Gimana, JF-17 ini bukan kaleng-kaleng kan?

sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan