Mengakui Senjata Sudah Usang, Amerika Tak Akan Sanggup Melawan Rusia dan China

Rudal Hypersonik Amerika Serikat. Foto: cnbc.com

Sebuah dokumen laporan internal penting di Departemen Pertahanan Amerika Serikat bocor ke media. Dalam dokumen tersebut, disimpulkan bahwa sistem persenjataan AS telah usang dan kondisi logistik yang kekurangan, sehingga tak akan mampu jika berperang melawan Rusia dan China.

AS sekarang membutuhkan modernisasi yang signifikan dan pendanaan dari pembayar pajak. Menurut Pentagon, teknologi seperti Blockchain akan membantu.

“Sejak berakhirnya Perang Dingin, AS tidak memerangi musuh yang mampu mengacaukan rantai pasokan militer dan penyebaran personel dan material,” bunyi laporan yang dirilis oleh Dewan Sains Pertahanan (DSB) Pentagon.

“Oleh karena itu, perusahaan logistik Pentagon telah menderita kelalaian dan kekurangan dana kronis,” sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (10/1).


Tes uji tembak Rudal Hipersonik AS. Foto: cnbc.com

Dalam laporan itu, ketua DSB Craig Fields dalam laporan itu mengatakan mengabaikan sebuah kelalaian telah terbukti sebagai kesalahan. Tanpa menyediakan sumber daya bagi personel militer, pengembangan taktik dan teknologi canggih tidak akan memiliki peluang untuk menjadi masalah.


Pensiunan Jenderal AS Paul Kern dan Duncan McNabb, yang menulis kata pengantar dalam laporan tersebut menyebut Satuan Tugas menemukan kekurangan yang signifikan yang, jika dibiarkan tanpa penanganan, akan membahayakan kemampuan AS untuk memproyeksikan kekuasaan dan mempertahankan perjuangan melawan pesaing strategis.

“Jaringan militer dan komersial rentan terhadap spionase, manipulasi, dan serangan. Solusi teknologi untuk masalah ini sudah ada, atau akan ada dalam waktu dekat. Departemen Pertahanan harus segera mengadopsinya,” ungkap keduanya.

Baca Juga:  Banyak Atlit Lolos Wajib Militer, Korea Selatan Siap Batalkan Kebijakan Emas Asian Games

Menurut laporan itu, kekurangan termasuk insentif yang tidak selaras antara militer dan pangkalan industri serta kelangkaan latihan perang realistis yang secara akurat mencerminkan ancaman dan kemampuan perusahaan logistik bersama. Kesenjangan lain yang dibutuhkan oleh perusahaan logistik bersama untuk mengisi jaringan informasi logistik.

DSB kemudian merekomendasikan Kepala Departemen Informasi Departemen Pertahanan AS menerapkan teknologi seperti blockchain dan mengarahkan Badan Sistem Informasi Pertahanan untuk berdiri di atas infrastruktur seperti konsep blockchain.

Infrastruktur ini memungkinkan Departemen Pertahanan untuk mengevaluasi potensi aplikasi cyber ofensif dan defensif dari blockchains dan teknologi database terdistribusi lainnya. Komando Transportasi AS, yang terletak di Pangkalan Udara Scott, Illinois, diarahkan untuk bekerja dengan mitra komersial untuk melakukan pembuktian konsep dengan blockchain.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan