Mengenal Drone ScanEagle Hibah dari AS untuk TNI AL

TNI AL mendapat hibah Drone Scan Eagle dari Amerika Serikat. Standar drone ini dilengkapi sensor thermal beresolusi tinggi DRS E6000. Sensor ini menyediakan resolusi 640×480 pixels dengan 25 micron pitch.

ScanEagle juga dilengkapi kamera infrared buatan Goodrich Sensors.Menjamin kualitas pengambilan gambar ketika malam.

Untuk misi memburu sniper, ScanEagle milik AU AS dipasangi sniper gun fire detection and location system.

Pengujian terus berlanjut, yang terbaru ScanEagle malah digarap Boeing untuk instalasi NanoSAR synthetic aperture radar (SAR).


Sebagai dapur pacu, ScanEagle menggunakan tenaga propeller dengan dua bilah baling- baling. Menggunakan mesin piston dapat dihasilkan tenaga 0,97kW.

Dalam sekali terbang, ScanEagle dapat membawa 4,3 kg bahan bakar (JP5 jet aircraft fuel). Prroses recovery ScanEagle menggunakan SkyHook.

Dalam menjalankan misi intai, ScanEagle dapat mengudara sampai 22 jam 10 menit. Bahkan pada uji coba dengan bahan bakar JP5, endurance ScanEagle bisa sampai 28 jam 44
menit di udara.


Dalam pengoperasiannya, ScanEagle diawaki oleh kru pada Ground Control Station. Sistem kontrol dan navigasi ScanEagle menggunakan GPS waypoint, bisa mendeteksi obyek secara mandiri dan bisa terbang mandiri mengikuti rute yang telah digambar sebelumnya.

Untuk transmisi data, ScanEagle disokong datalink UHF 900MHz dan downlink S-band 2.4GHz untuk transmisi video.

Baca Juga:  Filipina Berminat Pesan Kapal Rumah Sakit Buatan PAL Indonesia

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan