Mengenal Soegeng Boedhiarto, Veteran Perang Kemerdekaan Dari Etnis China

Kisah kepahlawanan warga etnis China dalam perang kemerdekaan sering disembunyikan dari buku sejarah terutama di era Orde Baru yang anti RRC.

Salah satu sosok veteran entis China adalah Soegeng Boedhiarto dari Banjarnegara. Veteran perang ini sekarang sudah renta namun masih semangat menceritakan gelora nasionalisme nya yang mendorongnya terjun ke medan perang demi kemerdekaan Indonesia.

Tak ingin dicap asal bicara, veteran etnis China ini pun menunjukkan bukti-bukti keterlibatannya melawan penjajah yang dikumpulkan dalam bendel buku. Dari surat-surat, catatan hingga foto-foto.

Soegeng menceritakan, sejak usia 17 tahun ia mulai terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Saat itu, veteran berpangkat sersan ini bertugas sebagai mata-mata. Tempat tinggalnya yang dekat dengan markas Belanda di Purwokerto inilah yanh membuat Soegeng memudahkan untuk mendapat informasi dari tentara Belanda.


“Kalau ada informasi tentara Belanda akan menyerang daerah tertentu saya langsung menginformasikan kepada anggota lainnya untuk pindah. Karena dengan perlengkapan senjata yang dimiliki Belanda, kita pasti akan kocar kacir,” kisahnya saat ditemui di kediamannya di Jalan Meyjen Panjaitan nomor 1, Banjarnegara, Kamis (17/8/2017).
Saat menyampaikan informasi yang ia dapat, bukan melalui radio atau alat komunikasi lainnya. Namun Soegeng harus berjalan melalui hutan saat malam hari. Biasanya perjalanan ini di tempuh sampai 3 malam.

“Dulu tempat tinggal saya di Purwokerto. Sering saya berjalan ke Pekalongan, Kebumen hingga Banjarnegara untuk menyampaikan informasi,” tuturnya.

Baca Juga:  Sejarah Hari Santri 22 Oktober dan Resolusi Jihad Untuk NKRI

Meski tidak fasih, tetapi dengan tugas yang ia lakukan sebagai mata-mata tentara Belanda membuatnya bisa beberapa bahasa. Yakni Bahasa Belanda, Indonesia dan Tionghoa.

“Hanya bahasa Belanda yang tidak begitu fasih. Tetapi kalau ada yang berbicara sedikit-sedikit paham,” ujar Soegeng.

Di masa saat ini, ia berpesan agar generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Ia juga mengingatkan agat jangan mudah untuk dipecah belah. Apalagi jika melihat perjuangan merebut kemerdekaan yang dilakukan oleh berbagai lapasian masyarakat.

“Indonesia tetap kuat jika terus bersatu, untuk itu jangan mudah untuk dipecah belah,” pesannya.


Sumber : detik.com

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan