Menguak Aksi Kanibalisme Permesta Pada Prajurit TNI

perdamaian permesta

Masa pergolakan Permesta telah lebih setengah abad berlalu namun banyak cerita di balik pemberontakan itu yang menjadi kisah legendaris terutama tentang cerita manusia memakan manusia (kanibal). Salah satu pasukan yang dikenal ‘buas’ memburu pasukan TNI untuk dikanibal adalah sosok-sosok yang tergabunh dalam Batalyon R, yang dijuluki ‘Jin Kasuang’.

Wilayah tugas Batalyon R/’Jin Kasuang’/WK.III/KDP-II ADREV-Permesta berada di ruas jalan antara Tomohon-Tondano (Minahasa). Batalyon pimpinan Mayor Frans Karepouwan ini sangat ditakuti, termasuk oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) di wilayah tersebut. Bukan hanya saat ’pergolakan’ di tahun 1958 sampai 1961, tapi hingga kini daerah ini masih dianggap menyeramkan oleh sejumlah orang.

Hampir semua patroli TNI di wilayah itu diserang setiap berpatroli. Banyak personil TNI hilang di daerah ini dan tak pernah diketahui lagi keberadaanya sekalipun telah dilakukan pencarian setelah perang Permesta. Gara-gara itu, Batalyon R ADREV-Permesta sangat ditakuti TNI.

’Teror’ Jin Kasuang seolah masih membekas di benak mereka. ”Daerah jalan Kasuang itu memang menakutkan sekali di zaman Permesta. Karena di situ daerah penghadangan pasukan Jin Kasuang terhadap pasukan TNI,” ungkap Sadrak Pahung, mantan anggota pasukan TNI dari Batalyon KODAM V/Brawijaya yang bertugas di Tondano kala itu.

”Saya dan pasukan pernah datang ke daerah Kasuang untuk mencari jenasah teman-teman kami yang dihadang Jin Kasuang. Di jurang pas di bawah pompa PDAM sekarang, kami menemukan banyak mayat. Sepertinya itu memang menjadi daerah pembuangan mayat oleh pasukan Permesta di wilayah itu. Jujur saya dan teman-teman sedikit was-was ketika itu,” tambah pensiunan TNI berusia 76 tahun ini.

Teror “Jin Kasuang”

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan