Menguak Aksi Kanibalisme Permesta Pada Prajurit TNI

PEMAKAN MANUSIA DI BERBAGAI BATALION

permesta

Sejarawan Minahasa, Bodewyn Talumewo menjelaskan, sebenarnya praktek kanibalisme di masa Permesta itu tidak hanya terjadi di Batalion Jin Kasuang. “Ada juga di batalyon-batalyon lain yang suka memakan manusia. Tapi hanya oknum-oknum tertentu. Selain memang karena kondisi perang yang sulit makanan tapi terutama itu dilakukan untuk menakut-nakuti musuh,” jelas Talumewo yang dikenal intens melakukan penelitian soal Permesta.


Buang Politton membenarkan jika memang ada banyak pasukan Permesta yang dikenal suka memakan daging manusia.

“Pernah satu ketika kami satu pleton dari Batalyon Mayor Fredrik datang melakukan pembicaraan dengan Batalyon D ‘Sambar Nyawa’ pimpinan Mayor Dan Karamoy, di dekat cot Kumelembuai Tomohon. Kami tidak bisa makan di sana karena kami tau ada di antara mereka yang pemakan manusia. kadang daging manusia sudah dicampur dalam makanan. Terbukti, waktu mereka memberikan ‘saguer’ (Minuman dari pohon nira) untuk kami waktu itu, pada akhir tumpahan keluar telinga manusia dari dalam bambu ‘saguer’,” ungkapnya.

Perilaku yang sama juga sering diperagakan beberapa orang dari pasukan combat intelejen, Kompi Lahe. “Kami pernah bersua di Parepei Remboken dengan pasukan Lahe. Pasukannya memang banyak yang ditakuti lantaran talinga dan jari orang sudah dikalungkan. Kami tahu diantara mereka ada pemakan manusia juga,” kisah Politton. (manadoexpress)

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan