Menhan Minta AS Cabut Embargo Kopassus

Sampai saat ini, Kopassus TNI AD masih dalam status embargo senjata oleh Amerika Serikat karena dinilai sebagai ancaman oleh negaranya Donald Trump itu.
Menteri Pertahanan RI Ryamirzard Ryacudu yang menerima kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis pada Selasa, 23 Januari 2018. Meminta agar embargo terhadap Kopassus dicabut.

Pengamat militer dari Universitas Padjajaran Muradi mengatakan, Amerika Serikat merupakan pihak yang paling dirugikan jika masih melakukan embargo terhadap Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat atau Kopassus.

Muradi mengatakan keahlian dan keterampilan pasukan Kopassus jika dibandingkan dengan Delta Force (pasukan khusus Amerika) jauh lebih baik. “Mereka rugi menganggap Kopassus ancaman,” ujarnya.


Walaupun secara sumber daya manusia Kopassus lebih terampil, Muradi mengatakan pasukan elite itu memiliki masalah terkait teknologi persenjataan. “AS membuat Kopassus tertinggal,” ujarnya.


Embargo atas Kopassus dilakukan AS terkait kasus Santa Cruz, Dili, Timor Leste dan kasus Timika pada era 1990an yang menyebabkan seorang warga Amerika tewas.
Kepada Ryamizard, Mattis berjanji akan mengusahakan dicabutnya embargo tersebut. “Ya dia akan usaha terus lah orang dia udah janji kok,” kata Ryamizard seperti dilansir oleh tempo.co

Baca Juga:  Satgas Yonif 755 Kostrad Terjang Banjir Demi Sekolah Anak Negeri

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan