Menhan Resmikan Pabrik Bahan Bom Nitrogliserin di Subang

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meresmikan Fasilitas Sarana & Prototipe Nitrogliserin yang dibangun di Kawasan Energetic Material Center (EMC) PT DAHANA (Persero) Kabupaten Subang, Rabu, 7 Maret 2018. Fasilitas seluas 2,1 hektare ini memiliki kapasitas 200 MT/tahun atau sekitar 1 ton/hari. Nitrogliserin (NG) merupakan larutan yang mudah meledak berfungsi sebagai bahan baku propelan.

Peresmian ini dihadiri para pejabat dan pemangku kebijakan terkait, seperti Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, Bappenas, dan Kemenristekdikti. Hadir pula anggota Kluster NDHI serta unsur Muspida Kabupaten Subang.

“Ini wujud program pertahanan nasional. Sebab NG ini bahan baku propelan. Sedangkan propelan merupakan salah satu bahan yang mempunyai nilai strategis bagi kedaulatan suatu negara. Kebutuhan propelan dalam negeri sampai saat ini masih impor, sehingga sangat rawan terhadap embargo dari negara lain,” ujar Menhan.

Dikatakannya, selesainya pembangunan sarana & prototipe NG diharapkan bisa membuka peluang bagi negara untuk terus melanjutkan pengembangan industri propelan dalam negeri. Utamanya tahap pertama yaitu pabrik spherical powder/ball powder sebagai isian dari munisi kaliber kecil. “Indonesia itu bangsa pejuang yang memiliki kreativitas. Saya yakin, langkah awal ini akan sangat berarti untuk hasil akhirnya kemandirian industri pertahanan. Salah satu indikator bangsa yang maju itu ditandai dengan kekuatan pertahanannya,” katanya.

Dijelaskannya, fasilitas sarana & prototipe Nitrogliserin ini cikal bakal penghasil bahan baku propelan. Pembangunan fasilitas ini menjadi tahapan yang mendukung terwujudnya satu dari tujuh program pertahanan nasional yakni pengembangan industri propelan. Propelan produksi DAHANA nantinya akan menjadi komponen utama Munisi Kaliber Besar (MKB) dan Munisi Kaliber Kecil (MKK). Peruntukannya bagi produksi munisi ringan, meriam, peluru kendali balistik, kanon, roket antariksa, dan industri sipil dan militer lainnya.

Baca Juga:  Pesawat TNI AU Usir Pesawat Amerika Yang Melanggar Wilayah Udara NKRI

“Teknologi yang digunakan milik Rheinmetal Denel Munition (RDM), fasilitas Sarana & Prototipe Nitrogliserin di dahana ini memiliki kapasitas 200 MT per tahun, atau mampu mengasilkan NG sekitar 1 ton per hari, tepatnya 150 kilogram per jam,” ujarnya.


Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Budi Antono mengatakan Dahana masih memiliki dua pekerjaan rumah besar, yaitu mewujudkan industri propelan dan pabrik amonium nitrat. “Dalam acara ini juga ditandatangani addendum HoA propelan dan offtake produk amonium nitrate dengan PT Pindad yang juga anggota kluster NDHI,” katanya.
(pikiran-rakyat.com)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan