Menlu Beri Peringatan Keras Pada Partai Komunis China Soal Pelanggaran Kedaulatan di Laut Natuna Utara

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi melontarkan peringatan keras pada China terkait pelanggaran kapal penjaga pantai China di wilayah Laut Natuna Utara yang milik Iblndonesia, beliau juga berjanji akan selalu membela kepentingan nasional Indonesia.

“Kami akan terus menegakkan prinsip kami melawan negara Partai Komunis atas klaim militer mereka,” katanya Menlu.

Selama ini kapal-kapal penangkap ikan China yang dikawal kapal coast guard-nya sering memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna Utara.

Menlu Retno dalam wawancara dengan Channel News Asia menekankan meski China sedang bekerja sama dengan Indonesia dalam pembangunan, itu tidak akan mengubah sikap Jakarta atas kedaulatannya di perairan Natuna yang berbatasan dengan Laut China Selatan.

Ditanya apakah kerjasama pengembangan vaksin China dengan pihak Indonesia yang sedang berlangsung akan memengaruhi posisi Jakarta soal perairan yang disengketakan, Retno menjawab; “Saya bisa menjawab dengan tegas, setegas mungkin. Tidak.”

“Itu dua hal yang berbeda dan ketika kita bekerja sama, bukan kerjasama yang timpang yang hanya menguntungkan satu pihak, dalam hal ini Indonesia,” ujarnya.

“Tetapi perusahaan China dan China sebagai negara, juga menikmati buah atau manfaat dari kerjasama ini. Ini adalah keuntungan dua arah,” lanjut Menlu perempuan pertama Indonesia ini.

Menlu Retno merujuk pada insiden di mana kapal coast guard China terlihat di dalam wilayah perairan Natuna, yang menimbulkan kecurigaan tentang niatnya.

Baca Juga:  Pensiunkan Pesawat CF-18A, Kanada Terima Tawaran Untuk F-35, F/A-18, dan Gripen

“Jika tujuannya adalah untuk menjalankan klaimnya dengan (dasar) nine-dash line (sembilan garis putus-putus), tentu saja, itu tidak dapat dibenarkan,” tegas Retno, yang dilansir Rabu (7/10/2020).
(Sumber: sindonews.com)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan