Menolak Bayar, Data Produsen Pesawat Embraer Brazil Dibocorkan Hacker

Perusahaan Brasil Embraer, yang merupakan pembuat pesawat terbesar ketiga saat ini setelah Boeing dan Airbus, menjadi korban serangan ransomware pada bulan lalu.

Senin lalu (07/12), peretas (hacker) yang terlibat dalam penyusupan itu telah membocorkan beberapa file perusahaan sebagai pembalasan setelah pembuat pesawat itu menolak untuk bernegosiasi dan malah memilih untuk memulihkan sistem dari backup tanpa membayar permintaan tebusan mereka.

File Embraer dibagikan di situs web yang dihosting di dark web, dikelola oleh geng ransomware RansomExx (juga dikenal sebagai Defray777).

Data yang diunggah di situs ini antara lain berupa diantaranya data detail karyawan, program A-29 Super Tucano Nigeria, foto simulasi penerbangan, dan source code.

Bocoran itu menegaskan bahwa peretas telah berhasil mencuri data dari server perusahaan. Embraer menerbitkan siaran pers pada minggu lalu, mengakui telah terjadi pembobolan keamanan, tetapi tidak mennyebutkan bahwa insiden itu melibatkan ransomware atau pencurian data.

Pembuat pesawat tersebut mengatakan para peretas membobol “akses hanya ke satu environment,” dan bahwa insiden itu hanya menyebabkan dampak sementara pada “beberapa operasi perusahaan”.

Embraer merupakan salah satu dari tiga perusahaan yang datanya bocor selama akhir pekan di situs RansomExx, yang diluncurkan pada hari Sabtu.

Geng RansomExx sekarang tergabung dalam daftar panjang geng ransomware yang menjalankan situs pembocoran data.

Geng ransomware menggunakan situs pembocoran data sebagai cara untuk menekan korban. Selama negosiasi, perusahaan diberi tahu bahwa jika mereka tidak membayar permintaan tebusan yang diinginkan penyerangnya, penyerang akan membocorkan data secara online sebagai bentuk hukuman, sehingga data tersebut dapat diunduh oleh pesaing, atau perusahaan dapat terkena hukuman peraturan di negara mereka.

Baca Juga:  Dua Pilot Apache AD Amerika Jadi Pasangan Gay Yang Resmi Menikah

Sumber : zdnet.com via FP TSM by Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan