Merasa Dirongrong Amerika dan Eropa, Turki Siap Mundur Dari NATO

Arah politik Turki dibawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan benar-benar ingin merdeka dari rongrongan Eropa. Jika penguasa-penguasa Turki sebelumnya yang selalu tunduk patuh pada Uni Eropa agar bisa diakui sebagai anggota, Erdogan malah sebaliknya.
Penguasa Turki itu berusaha meyakinkan jati diri bangsanya sebagai penguasa kawasan pada zaman dulu dan tidak bisa dirongrong bangsa asing. Dia juga gak peduli apakah negaranya ntar diakui sebagai anggota Uni Eropa atau bukan.

Kabar terbaru yang dirilis oleh Sputnik (5 Juli 2018). Bahwa Turki siap mundur dari keanggotaan koalisi militer NATO. Beberapa pengamat mengatakan, hal itu tinggal menunggu pengumuman resmi saja.

Can Unver, sang analis tersebut mengatakan bahwa, “Turki baru-baru ini menunjukkan posisi yang kuat dan tegas, didasarkan pada kepentingan nasionalnya. Situasi ini telah menimbulkan keprihatinan di AS dan negara-negara Baratnya.”


AS yang selama ini percaya diri dan bisa yakin bahwa mereka pegang kendali atas Turki akan menemukan dirinya dalam situasi sulit ketika Turki memutuskan keluar dari NATO. Keputusan Turki untuk membeli alutsista Rusia dipercaya merupakan langkah untuk memulai hal ini.


Karena apabila Turki keluar, artinya mereka sudah tidak perlu lagi menjadi tuan rumah bagi pangkalan NATO di Incirlik, dan AS akan kehilangan batu pijakan dan pintu masuk ke Timur Tengah.

Baca Juga:  Bantu Cegah Kudeta Raja Salman, Israel Kirim 18 Pesawat Tempur dan 1 Pesawat Angkut ke Arab Saudi

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan