Mesin Jaguar Belum Datang, India Terus Dipusingkan Ngurus Pesawat Tua

Saat negara musuh bebuyutanya Pakistan terus sukses mengembangkan pesawat tempur terbaru bersama China. India justru terus dipusingkan dengan menjaga kemampuan terbang pesawat-pesawat tuanya. Baik yang buatan blok Timur maupun Blok Barat, sama saja susahnya mencari spare part.

Seperti dilansir oleh India Today, Angkatan Udara India (IAF) sebenarnya telah mengajukan pembelian untuk membeli mesin baru bagi pesawat tempur Jaguar senilai $783 Milyar dolar Amerika.

Dalam program tersebut, Angkatan Udara India ingin menghidupkan kembali sekitar 100 pesawat Jaguar yang ditempatkan di Jamnagar, Gorakhpur dan Ambala dengan mesin buatan Honeywell terbaru.

Jaguar saat ini didukung oleh mesin Rolls-Royce Adour 804/811 yang akan diganti dengan mesin F-125N Honeywell. Mesin baru tersebut seharusnya mampu menyediakan hampir 1,5 kali daya yang saat ini ada pada mesin pesawat terbang itu.

Pada tanggal 19 Desember 2011, UPA telah menyatakan di Parlemen bahwa upgrade Jaguar akan selesai pada bulan Desember 2017, namun hingga batas waktu tersebut berakhir pada hari Minggu, masih belum ada keputusan yang diambil mengenai masalah ini.


Padahal langit India terancam mengalami kekosongan karena krisis pesawat tempur akibat keterlambatan program peremajaan pesawat (UPA) sejak 2004-2014. Program ini terkendala pengembangan pesawat HAL Tejas dan krisis spare part MIG-29 sampai pengadaan pesawat SU-30MKI yang meskipun baru juga selalu mengalami kerusakan mesin.

Baca Juga:  Rayu Negara ASEAN, China Ingin Gelar Latihan Militer Bersama

 

India memiliki 32 skuadron pesawat tempur saat ini. Lima skuadron diantaranya adalah pesawat tempur Jaguar yang sedang digrounded menanti mesin baru tersebut.

Sementara 10 Skuadron MiG-21 dan MiG-27 yang sering jatuh dan dijadwalkan pensiun di 2020, dipaksa akan diperpanjang usianya hingga 2028.


Pejabat IAF mengatakan meski pesawat-pesawat tersebut berusia hampir tiga dekade, namun masih banyak kehidupan yang tersisa di dalamnya dan mereka akan membantu India mempertahankan kekuatan udara di masa-masa kritis.

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan