Mesir Resmikan Kapal Korvet Pertama Buatan Sendiri

Alexandria Shipyard Mesir (ASY) pada 6 Januari 2021 lalu menyerahkan korvet kelas El Fateh “ENS Port Said” (976) kepada Angkatan Laut Mesir.

Upacara penyerahan kapal jenis Gowind 2500 tersebut diadakan di Alexandria Shipyard di hadapan Panglima Angkatan Laut Mesir, Vice Admiral Ahmed Khaled Hassan. Kapal kemudian berlayar ke pangkalannya di Alexandria.

Kontrak untuk pengadaan empat korvet Gowind 2500 (dengan opsi untuk dua korvet tambahan) ditandatangani sebelum 3 Juni 2014 senilai 1 miliar euro, jumlah yang tidak termasuk sistem senjata yang dipesan dalam dua kontrak terpisah: satu senilai 400 juta euro untuk MBDA (rudal VL-MICA, MM40 Block 3), yang lainnya senilai sekitar 100 hingga 200 juta euro untuk Naval group (torpedo). Oleh karena itu, biaya keseluruhan program ini antara 1,5 dan 1,7 miliar euro.

Program El Fateh untuk empat korvet termasuk pembangunan dan docking dari kapal pertama di galangan kapal Lorient Naval Group (di Brittany Prancis). Pemotongan baja pertama ENS El Fateh dilakukan pada April 2015, peluncuran pada 17 September 2017 dan peresmian pada 22 September 2017.

Tiga korvet berikutnya dirakit di Alexandria Shipyard Mesir di bawah transfer teknologi dengan Naval Group. Peluncuran ENS Port Said (7 September 2018), ENS El Moez (12 Mei 2019) dan ENS Luxor (14 Mei 2020) berlangsung secara berkala dan tertatih-tatih. Butuh waktu 61 bulan antara pemotongan baja pertama korvet pertama dan peluncuran kapal keempat dalam program tersebut.

Baca Juga:  Pesawat Tempur F/A-18 Hornet milik Amerika Jatuh di Jepang

Menyusul Mesir, Uni Emirat Arab telah menandatangani kontrak pada 25 Maret 2019 seharga 750 juta Euro (USD850 juta) untuk dua korvet tipe Gowind 2500 dengan opsi untuk dua kapal tambahan, yang akan dibangun dalam kemitraan dengan galangan kapal lokal Abu Dhabi Ship Building Company (ADSB) . Kapal akan dilengkapi dengan sistem manajemen tempur SETIS Naval Group, rudal Exocet MBDA, Rudal Evolved Seasparrow dari Raytheon.

Pemerintah Rumania mengumumkan pada Juli 2019 tentang pemilihan Naval Group dan mitranya Santierul Naval Constanta (SNC) untuk program membangun empat korvet multi-misi Gowind baru, memodernisasi fregat T22 dan membangun pusat pemeliharaan dan pusat pelatihan.

Pelanggan pertama korvet tipe Gowind adalah AL Malaysia yang memberikan kontrak pada akhir 2011 kepada pembuat kapal lokal Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) dan Naval Group (kemudian DCNS) untuk pembangunan secara lokal enam “Littoral Combat Ships”. Fregat kelas Maharaja Lela (juga dikenal sebagai Second Generation Patrol Vessel – SGPV) adalah versi yang diperbesar dari korvet kelas Gowind.

Empat korvet Gowind 2500 kelas El Fateh memiliki panjang 102 meter dengan lebar maksimum 16 meter dan draft 5,4 meter. Displacement pada muatan penuh sekitar 2.600 ton. Kapal diawaki oleh 65 awak dan akomodasi di kapal dapat menampung hingga 15 operator pasukan khusus. Flight deck memungkinkan penggunaan helikopter kelas 10 ton.

Baca Juga:  Helikopter King Stallion CH-53K Mulai Bertugas di Korps Marinir AS

Sistem propulsi combined diesel-electric and diesel-mechanical (CODED) terdiri dari dua mesin diesel (MTU) dan dua mesin elektrik (Leroy-Somer) dengan daya dorong 10 MW. Ini memungkinkan korvet memiliki kecepatan maksimum melebihi 25 knot. Jangkauan maksimum kapal pada 15 knot adalah antara 3.700 dan 4.500 mil laut.

Persenjataan korvet kelas El Fateh terdiri dari meriam 76 mm (OTO-Melara), dua kanon RCWS Narwhal 20 mm (Nexter), vertical launch system 16 sel untuk rudal permukaan-ke-rudal VL-MICA (MBDA), 8 rudal anti-kapal MM40 Exocet Block 3 (MBDA) serta dua peluncur torpedo triple (Naval Group). Dua alat deteksi utama adalah radar SMART-S Mk 2 (Thales) yang dipasang di tiang terintegrasi PSIM (Panoramic Sensor and Intelligence Module) dan sonar tarik variabel CAPTAS 2 (Thales).

Sumber : navalnews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan