Mesir Serobot Pesanan Kapal Patroli Arab Saudi Buatan Jerman

Pemerintah federal Jerman telah menyetujui pengiriman sembilan kapal patroli dan satu kapal pertahanan pantai ke Mesir dengan harga sekitar 130 juta Euro. Hal tersebut muncul dari surat Menteri Federal Ekonomi Peter Altmaier (CDU) kepada Komite Ekonomi Bundestag. Seorang juru bicara dari grup perusahaan Lürssen, yang membangun kapal patroli tersebut, mengkonfirmasi kesepakatan dengan Angkatan Laut Mesir tersebut.

Menurut laporan, kapal-kapal ini adalah unit yang awalnya ditujukan untuk Penjaga Perbatasan Arab Saudi. Pada November 2018, pemerintah Jerman memberlakukan larangan ekspor senjata ke Arab Saudi karena pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi. Hal ini juga berpengaruh pada pengiriman kapal saat ini dari Grup Bremen Lürssen dengan total nilai 1,4 miliar euro ke Arab Saudi, yakni 18 dari 33 kapal patroli yang disepakati dijual ke Arab Saudi terkena dampak larangan ekspor, dimana 15 unit telah dikirim. Menurut Lürssen pada saat itu, tujuh kapal hampir selesai.

Mitra Eropa lain seperti Prancis, Inggris, dan Spanyol tidak mengikuti Jerman dalam pembekuan senjata untuk Arab Saudi. Perusahaan Prancis Constructions mécaniques de Normandie (CMN) mengirimkan lot pertama kapal patroli HSI 32 pada musim panas 2019 dan dua lot tambahan kapal patroli HSI 32 ke Arab Saudi selama paruh kedua tahun 2020. Selain itu, tiga kapal patroli Combattante FS56 untuk Arab Saudi akan diselesaikan di Cherbourg. Pada Agustus 2020, Navantia melakukan peletakan lunas korvet Avante 2200 ketiga untuk Angkatan Laut Kerajaan Saudi.

Baca Juga:  Pesawat Taiwan Salah Tembak Saat Menghadapi Pesawat China

Sedikit yang diketahui tentang detail kesepakatan dengan Riyadh pada saat itu. Pembuat kapal Bremen itu juga enggan memberikan informasi. Menurut analisis ES&T, kapal patroli yang dipesan oleh Arab Saudi adalah Lürssen model OPB 40, yang diberi nama TNC 35. Dengan panjang 40 meter, OPB 40 memiliki bobot 210 ton. Dua mesin diesel dengan total output 5.760 kilowatt (7831,42 horsepower) memungkinkan kecepatan tertinggi 30 knot. Menurut dokumen sebelumnya tentang masalah tersebut, kapal-kapal tersebut dikatakan dipersenjatai dengan kanon 20mm. Lürssen mengiklankan OPB 40 dengan persenjataan 1 × 20 mm dan 2 × 12,7 mm.

Sumber : esut.de/FP TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan