MiG-29SMT, Jagoan Udara Baru Rusia yang Mencicipi Perang Suriah

Nafsu Rusia untuk sebanyak mungkin mengirimkan alutsistanya untuk diujicoba dalam palagan Suriah nampaknya makin tak terbendung. Jagoan lawas seperti MiG-29 pun dikirimkan, walaupun peranannya sebagai pesawat tempur sebenarnya hampir tak memiliki lawan di wilayah udara Suriah yang kini dikuasai dengan berbagi antara AS dan Suriah. Isunya, MiG-29SMT akan digelar sebagai pencegat untuk mencegah jet-jet AU Israel melakukan serangan ke wilayah Suriah.

MiG-29 yang dikirimkan ke Suriah adalah varian baru yaitu MiG-29SMT. Berbeda dengan dengan MiG-29 biasa, varian dari MiG-29SMT terlihat lebih berotot dan besar. Sebenarnya, MiG-29SMT memiliki airframe MiG-29 standar, tetapi dimodifikasi dengan punuk untuk menyimpan bahan bakar cadangan sebanyak 950 liter untuk menjawab kritisi jarak terbang MiG-29 yang dikeluhkan terlalu pendek.

Pengembangan MiG-29SMT sendiri sudah dilakukan sejak 1998, dan produksinya dilakukan sejak 2004. Dengan pemasangan mesin Tumansky RD33 seri 3 berdaya dorong 18.298 pon sebuahnya, MiG-29SMT bisa terbang sejauh 4.500 kilometer dengan catatan harus membopong tiga tangki bahan bakar. Jangkauannya bisa ditambah lagi dengan kemampuan MiG-29SMT untuk mengisi bahan bakar di udara, melalui probe di sisi kiri kokpit yang bisa dilipat.

Untuk kemampuan gotong senjata, MiG-29SMT memang masih harus diakui kalah dari Su-30 atau Su-34 yang sanggup membawa sampai sepuluh cantelan persenjataan. Dengan enam pylon di bawah kedua sayapnya, MiG-29SMT bisa menjalankan misi superioritas udara dengan paduan rudal udara-udara R-27T atau R-27ER/ET, atau enam buah RVV-AE untuk misi BVR (Beyond Visual Range). Kalau diperintahkan untuk melakukan serangan udara, MiG-29SMT bisa membawa dua Kh-29TL, empat Kh-25M, atau dua Kh-31A7P. Untuk misi pemboman MiG-29SMT bisa membawa empat KAB-500L.

Baca Juga:  Senapan SS-3 Sang Penantang AK-47

AU Rusia sendiri akan mengoperasikan 44 MiG-29SMT, namun tidak semuanya pesawat baru. 28 MiG-29SMT adalah pesawat pesanan Algeria yang dikembalikan karena Algeria tidak puas dengan kinerjanya, dan menuduh kalau MiG-29SMT yang mereka beli adalah modifikasi dari pesawat lawas, bukan buatan baru. AU Rusia lalu mengambil jet-jet ini dan menempatkannya di wilayah Kursk-Khalino sementara Algeria sendiri membeli Su-30MKA. MiG-29SMT sendiri memiliki varian kursi ganda untuk latih lanjut dengan kode MiG-29UBT.


Sumber :: uctalks.ucweb.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan