Mil Mi-14 Helikopter Pemburu Kapal Selam Andalan Rusia

Mewarisi tekbologi helikopter Uni Soviet. Adalah Mil Mi-8 dan Mi-17 penerus helikopter Mi-14 yang merupakan heli angkut sedang yang legendaris dan banyak digunakan di seluruh dunia, utamanya di wilayah terpencil baik oleh sipil maupun militer. Namun tidak banyak yang tahu kalau Mi-8 juga dikembangkan khusus untuk operasi maritim dengan kode Mi-14 Haze.

Proyek Mi-14 sendiri diluncurkan berdasarkan permintaan Dinas Penerbangan AL Soviet AVMF. Kebutuhannya saat itu adalah helikopter khusus untuk operasi antikapal selam, menggantikan Mi-4M Hound-B yang kurang mumpuni.

Mi-8 yang saat itu masih dalam fase uji coba. AVMF meminta agar dibuatkan platform khusus berdasarkan heli tersebut. Biro Mil pun memulai riset proyek V-8G pada 1959, dengan konsep peran pemburu dan penghancur yang dipisahkan. V-8G pemburu akan membawa sensor pendeteksi kapal selam, dan penghancur akan membawa senjatanya. Peralatan untuk dua versi tersebut bisa dipindah-pindahkan dalam waktu singkat.

Nyatanya, mesin TV3-117 yang dipasang ke Mi-8 ternyata sangat mumpuni sehingga V-8 diperkirakan akan mampu membawa sensor dan persenjataannya sekaligus. Diputuskanlah untuk memodifikasi ulang konfigurasi V-8G menjadi V-14.

Sensor, avionik, dan dudukan senjata diambil dari milik Kamov Ka-25 Hormone. V-14 sendiri memiliki sejumlah perbedaan dengan Mi-8, terutama bagian lambung yang dibuat dengan desain lunas kapal sehingga dapat mendarat di permukaan air dan menurunkan sonobuoy atau MAD (Magnetic Anomaly Detector) langsung ke kedalaman. Singkatnya, V-14 menjadi kapal laut yang punya baling-baling dan bisa terbang.

V-14 menjalani penerbangan perdana pada 1 Agustus 1967 dengan pilot uji U.S. Shvatchko. Saat uji coba, heli itu disamarkan dengan kelir maskapai Aeroflot. Pengujian dan integrasi dengan sistem senjata makan waktu lama, dan baru selesai pada 1974.

V-14 kemudian memperoleh desainasi resmi Mi-14PL (Protio-Lodochniy atau antikapal selam). Produksi dilakukan di Kazan dan mulai berdinas pada 1976. Secara total ada 273 unit Mi-14 yang diproduksi, dengan 10 negara pemakai.

Versi produksi ini menggunakan mesin TV3-117M. Huruf ‘M’ berarti Marinized atau dilindungi dengan lapisan antikarat. Selain fuselage berbentuk lunas kapal, Mi-14 Haze juga tidak memiliki pintu belakang. Konfigurasi roda pendarat berjumlah empat unit dan bisa ditarik masuk (retractable), tidak seperti Mi-8/Mi-17 yang menggantung pada strut.

Sistem antikapal selam pada Mi-14PL menggunakan sistem bernama Kal’mar yang terdiri dari sonar celup Oka-2, 36 unit sonobuoy Baku dengan kemampuan monitor 18 unit secara simultan. Ada juga sistem MAD APM-20 Orsha dan radar pencari kapal permukaan Initziativa-2M yang terpasang pada radome di bawah hidung. Radar ini memiliki kemampuan deteksi sampai 220 km untuk objek permukaan berukuran besar dan 8 km untuk sasaran kecil seperti periskop, dan sistem Landaish datalink yang bisa saling bertukar data dengan kapal.

Sistem senjata yang bisa dibawa oleh Mi-14 adalah satu unit torpedo atau depth charge yang ditaruh di dalam kabin. Mi-14 bisa membawa satu unit depth charge nuklir untuk menenggelamkan kapal selam musuh dalam sekali hantaman.

Dalam perjalanannya, Mi-14PL disempurnakan menjadi Mi-14PLM dengan penggantian sistem antikapal selam semi digital Os’minog yang menggantikan Kal’mar. Pihak pabrikan juga mengembangkan versi Mi-14BT Haze-B (Buksirovschich Tralov) yang bisa menarik sistem antiranjau laut yang ditempatkan pada sled di permukaan laut.

Versi SAR dari Mi-14 adalah Mi-14PS Haze-C (Poiskovo Spasatelniy/Search and Rescue) dengan pintu samping geser berukuran lebar dan katrol heavy duty, plus lampu sorot besar dan perlengkapan SAR laut seperti perahu karet dan perbekalan.

Mi-14 terbukti tangguh dan pernah berhasil mendeteksi kapal selam AS yang menyusup di perairan Uni Soviet pada akhir 1980-an. Tidak heran AS memaksa Rusia untuk memensiunkan Mi-14 yang dimilikinya setelah Uni Soviet pecah.

Walaupun sebagian besar Mi-14 sudah dinyatakan pensiun, pada pertengahan 2016 AL Rusia menyatakan minat untuk memodernisasi armada yang mereka miliki. Modernisasi meliputi kemampuan untuk membawa rudal antikapal selam Zagon-2 yang dikembangkan oleh Techmash. Rudal ini memiliki hulu ledak seberat 120 kg dan berpemandu sonar aktif. Zagon-2 didesain untuk dapat menenggelamkan kapal selam yang ada di dekat permukaan atau sedang menyelam di kedalaman sampai jarak 600 m.

Sumber: angkasa

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan