Militer China Bakal Lebih Canggih Dari Amerika Serikat

China terus aktif melakukan berbagai penelitian dan inovasi untuk mengembangkan kekuatan militernya. Negara tersebut diyakini akan memiliki teknologi alat perang paling canggih di dunia di masa mendatang.

Mantan Deputi Pertahanan Amerika Serikat (AS) Robert Work, telah memperingatkan pemerintah AS bahwa alat perang milik China akan menggungguli Amerika Serikat. Terutama dalam hal  teknologi militer inovatif, termasuk kecerdasan buatan, robotik dan big data.

Mantan Wakil Menteri Pertahanan AS itu mengatakan Washington harus siap untuk terkejut dalam setiap konflik dengan Beijing. Menurutnya, China tak hanya telah melakukan banyak hal untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya, tetapi juga banyak berinvestasi dalam teknologi militer generasi mendatang.

“Ketika saya menyaksikan kompetisi teknis militer yang sedang berlangsung di Pasifik Barat, di antara dua rival kekuatan besar kami-terutama China-saya menemukan diri saya berkata; Ini adalah bagaimana rasanya diimbangi,” kata Work.


“Dan saya harus memberi tahu Anda, rasanya tidak enak,” katanya lagi, dalam konferensi Strategic competition: Maintaining the edge yang digelar The Center for a New American Security (CNAS).

Work, seorang pensiunan Kolonel Angkatan Laut yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan dari 2014 hingga 2017 di bawah pemerintahan Obama dan Trump, menambahkan bahwa China ingin menjadi penggerak pertama dalam kecerdasan buatan. Menurutnya, Beijing akan menggabungkan kecerdasan buatan, Internet, big data, robotika dan machine learning.

Baca Juga:  Amerika Jual 3000 Small Diameter Bomb ke Australia

“Itu bakal menjadi bagaimana mereka akan maju dari Amerika Serikat,” ujar Work, yang dilansir Russia Today, Selasa (26/6/2018). Dia mengatakan, AS harus menginvestasikan anggaran militer senilai USD700 miliar untuk kecerdasan buatan dan sejenisnya guna mempersempit celah dengan China.

Menurut mantan pejabat Pentagon tersebut, China telah siap untuk mengalahkan AS di medan perang masa depan dengan membangun kemampuan serangan pertama serta mengganggu jaringan komando dan kontrol Amerika. “Orang-orang China mencari dan menembak dalam-dalam,” kata Work.

Kemajuan China, lanjut Work, terbukti dalam peperangan elektronik, siber, sistem anti-ruang angkasa, hipersonik, dan senjata api, termasuk jenis sistem senjata generasi masa depan yang juga diuji di AS dan Rusia.
Sumber: Sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan