Militer Libya Tembak Jatuh 24 Pesawat Tanpa Awak Turki

Para pengamat Perang Libya telah mengungkapkan bahwa Tentara Nasional Libya (LNA)/TNI-nya Libya, telah menembak jatuh setidaknya 24 pesawat tempur tanpa awak buatan Turki (UCAV) Bayraktar TB2 selama enam bulan terakhir.

Pengamat merilis pada 12 April infografis yang merinci tanggal dan lokasi di mana masing-masing UCAV Bayraktar TB2 ditembak jatuh. Setidaknya 12 drone ditembak jatuh di dekat ibukota Libya, Tripoli.

Drone Bayraktar TB2, diperkenalkan pada tahun 2014, memiliki daya tahan 24 jam dan jangkauan operasional 150 km dalam sekali terbang.

Dalam insiden terbaru, Bayraktar TB2 dijatuhkan di dekat kota Tarhuna pada 11 April. Drone itu dipersenjatai dengan empat amunisi berpemandu laser berdiameter kecil MAM-L, yang dibuat oleh perusahaan pertahanan Turki ROKETSAN.

Angkatan Udara Libya diketahui mengoperasikan beberapa jenis sistem pertahanan udara portabel manusia (MANPAD) serta setidaknya satu sistem pertahanan udara jarak menengah SA-6 Gainful.

Namun, pengamat percaya bahwa UCAV Turki ditembak jatuh oleh pasukan Uni Emirat Arab (UEA) yang menyokong LNA. Dalam beberapa bulan terakhir, militer UEA mengerahkan beberapa sistem pertahanan udara seperti MIM-23 Hawk buatan Amerika dan Pantsir S1 buatan Rusia. Kedua sistem dapat dengan mudah melawan drone Turki.

Kerugian besar ini tampaknya tidak menghalangi Turki, yang meningkatkan keterlibatannya dalam perang di Libya melawan LNA yang disokong UEA. Baru-baru ini, Ankara telah mengerahkan ratusan pasukan bayaran dari Suriah di Libya perang untuk mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang dibentuk Turki.

Baca Juga:  Pasukan Opisisi, Kurdi dan Amerika Mulai Serbu Kota Raqqa Suriah

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan