Militer Venezuela Gagalkan Rencana Kudeta Terhadap Presiden

Militer Venezuela dilaporkan berhasil menggagalkan sebuah rencana kudeta terhadap Presiden Nicolas Maduro pada 1 Mei 2020.Kudeta tersebut direncakan oleh sebuah grup yang terdiri dari para perantuan Venezuela dan dibantu oleh 2 mantan tentara Green Barret Amerika Serikat. Total personel berjumlah 60 orangRencananya, mereka akan menggunakan dua perahu dari Kolombia untuk melakukan pendaratan di pesisir Caracas, Venezuela. Targetnnya membunuh Nicolás Maduro presiden Venezuela.Namun militer Venezuela berhaskl menggagalkan rencana kudeta ini dengan menyerbu safe house di salah satu negara dan menginterdiksi salah satu perahu.Detil yang muncul sebelum maupun setelah tim tersebut tertangkap mencerminkan bahwa rencana kudeta yang diberi nama Operation Gideon nampak dijalankan oleh amatiran dan sudah jelas dari awal merupakan ide yang buruk:1. Senjata-senjata yang berhasil disita dari tim tersebut antara lain senapan serbu AR-15/M16-pattern dengan magasin drum 100 peluru Beta C-Mag, FN MAG dengan belt munisi, serta 14 pistol Glock.2. Lalu ada satu airsoft gun G&G Airsoft M4 yang juga dibawa tim tersebut. Terlihat jelas OT (orange tip) unit tersebut di foto. Entah untuk apa, mungkin untuk menembaki lampu dan melumpuhkan pencahayaan musuh dengan suara yang minim.3. Yang juga disita dari tim tersebut adalah peralatan berupa body armor dan helm yang ditempelkan patch bendera US dan Venezuela, komputer tablet serta unencrypted hand radio.4. Ada airsoft half face mask Aoutacc dengan model Oni Jepang yang juga entah dipakai untuk apa. Unsur estetika mungkin?5. Kelompok tersebut ternyata sudah diinfiltrasi oleh intelijen Venezuela, diketahui dari wawancara Associated Press setelah kejadian. Karena adanya informasi tersebut, otoritas Venezuela sudah meningkatkan pengamanan di area pendaratan tim berupa blokir akses jalan memakai kontainer dan penempatan dua speedboat ke la Guaira.6. Operasi ini diorganisir oleh private security company asal US Silvercorp USA. Yang lucu, kepala PSC tersebut yaitu Jordan Goudreau mengumumkan jalannya operasi secara publik pada tanggal 4 Mei via Twitter. Tweet itu berbunyi:“Strikeforce incursion into Venezuela. 60 Venezuelan, 2 American ex Green Beret @realDonaldTrump”Tweet dengan mention ke Presiden Trump tersebut sekarang sudah dihapus.7. Jumlah orang yang dikirimkan untuk operasi kudeta ini masih terlalu sedikit. Ketika ditanyakan mengenai minimnya personnel yang dikerahkan, Goudreau mengatakan bahwa dalam Pertempuran Guagamela tahun 331, Alexander the Great juga mengalahkan musuh Persia dalam jumlah besar dengan menyerang jauh ke dalam pusatnya.8. Pemerintah US tidak terlibat dalam aksi kudeta ini. Saat mengeluarkan pernyataan tanggal 6 Mei, Mike Pompeo selaku Secretary of State mengatakan “If we had been involved, it would have turned out differently.” Mark Esper selaku Secretary of Defense juga mengatakan militer US tidak terlibat dalam Operation Gideon.9. CIA dikabarkan mengetahui rencana Operation Gideon dan telah berupaya memperingatkan tim untuk membatalkannya berulang kali.10. Dilaporkan bahwa Silvercorp memberikan dukungan terhadap pemimpin oposisi Juan Guaido dibawah kontrak strategic planning, equipment procurement dan project execution. Belum diketahui apakah laporan tersebut valid.Tim untuk Operation Gideon ini dikabarkan bekerja dengan shoestring budget atau dengan kata lain pendanaan yang sangat kecil. Bahkan dilaporkan juga beberapa desertir Venezuela yang awalnya membantu jalan operasi juga kemudian meninggalkan operasi. Untuk sekarang, otoritas Venezuela masih mencari anggota tim yang bersembunyi maupun sleeper cell yang berada dalam negeri.Sumber: Lighting Ii Chan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan