Misteri Makam dan Jasad Saddam Hussein Yang Hilang

Makam Saddam Hussein yang ramai peziarah sebelum dihancurkan. Foto: Gulf News

Makam mantan Presiden Iraq Saddam Hussein yang terletak di desa asalnya, Al-Awjah, telah hancur lebur. Kehancuran makamnya justru menyisakan misteri dan teka teki karena sama sekali tidak ada sisa-sisa jasadnya di sana.

Seperti diketahui, Saddam Hussein dihukum mati dengan digantung pada 30 Desember 2006 oleh pengadilan Irak yang diinisiasi militer Amerika Serikat dan pemerintahan Syiah Irak.

Namun kini, misteri dan keraguan menyelimuti tempat peristirahatan terakhir seorang sosok pemimpin yang sekarang dirindukan dan dikultuskan di sebagian rakyat Irak tersebut, demikian ditulis GulfNews.

Apakah jasadnya benar-benar dimakamkan di Al-Awjah atau telah digali dan dipindahkan, jika demikian, dipindah kemana?

Syeikh Manaf Ali Al-Nida, seorang pemimpin suku Albu Nasser yang menjadi klan Saddam, telah memegang surat yang ditandatangani keluarganya ketika mereka menerima jasad itu, menyetujui bahwa Saddam dimakamkan tanpa penundaan.

Jasad Saddam pun dimakamkan di pemakaman yang dia wasiatkan di desa asalnya tersebut. Situs makam Saddam pun menjadi jujukan ziarah bagi warga Sunni Irak dan yang pro Saddam semasa hidupnya. 

Sebelum makan tersebut hancur lebur, komplek makam dijaga oleh paramiliter dari milisi Hashed Al-Shaabi (Pasukan keamanan Iraq yang beraviliasi pada Syiah).

Pasukan keamanan mengklaim terpaksa mengebom komplek makam tersebut karena sehari sebelumnya mereka mendeteksi ada anggota ISIS yang menyelinap ke komplek makam. Komplek tersebut dibombardir dari udara oleh pesawat AU Irak hingga hancur lebih.

Baca Juga:  Sejarah: Inggris Pernah Berencana Serang Indonesia Secara Frontal

Namun menurut Syeikh Nida, ledakan pada makam tersebut tidak hanya berasal dari rudal-rudal pesawat tapi juga dari dalam. Dia yakin sebelum serangan telah ada bom yang ditanam di makam. Dia yakin bahwa makam Saddam “dibongkar dan diledakkan”.

Komplek makam Saddam Hussein yang sekarang telah luluh lantak hancur. Foto: Gulf News

Jaafar Al-Gharawi, kepala keamanan milisi Hashed, bersikeras: “Mayat itu masih ada di sana.”

Salah satu pejuang pro Saddam berspekulasi bahwa putri Saddam yang diasingkan, Hala, terbang dengan pesawat pribadi dan membawa mayat ayahnya ke Yordania.

“Mustahil!” kata seorang profesor universitas dan mahasiswa lama era Saddam, yang menolak menyebutkan namanya.

“Hala tidak pernah kembali ke Iraq,” katanya. “(Tubuh) bisa dibawa ke tempat rahasia … tidak ada yang tahu siapa yang memindahkannya atau ke mana.”

Jika pun demikian, keluarga Saddam pasti akan menjaga dengan ketat rahasia lokasi, tambahnya.

Tetapi beberapa orang, termasuk penduduk Baghdad, Abu Samer, percaya bahwa Sadam Hussein itu masih hidup di luar sana.


“Saddam tidak mati,” katanya. “Itu salah satu dari dua puteranya yang digantung.”

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan