Misteri Pesawat Jet Mitsubishi J8M Shusui Milik Jepang Saat PD I

Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II di Pasifik menyisakan banyak misteri, mulai dari laboratorium sektor 173 yang hasil penelitianya sangat relevan untuk pengembangan senjata biologi dan pengobatan segala macam penyakit, termasuk yang masih misterius adalah teknologi yang disimpan Jepang. 

Salah satunya sebuah pesawat tempur bertenaga jet milik Jepang yang merupakan satu-satunya di dunia saat itu. Pesawat buatan Mitsubishi tersebut diberi label J8M dengan nama julukan Shusui, J8M disebut pesawat jet tapi bertenaga roket dengan kecepatan mencapai kecepatan suara. Pesawat ini diharapkan jadi sistem pertahanan udara utama Jepang dan mampu mencegat pesawat Bomber. 

Dikembangkan sangat tertutup di masa lalu. Karena semua pesawat saat itu masih menganut baling-baling.

Misteri ini mulai diselidiki hari ini, Selasa (22/11/2016) oleh kelompok sejarah Kashiwa Jepang.

“Dimulai dengan lokasi pembuatan pesawat tersebut di bawah tanah yang sangat luas ini dan dilestarikan sebagai tempat pembuatan pesawat sangat rahasia di masa lalu. Tempat ini sangat khusus dan tak bisa siapa pun masuk ke sini kecuali yang mendapat ijin khusus,” ujar Professor Universitas Kanagawa Fakultas Literatur, yang juga Ketua Klub Sejarah Kashiwa, Kazuo Kamiyama, pada 22/11/2016, saat memimpin tim nya untuk meneliti misteri pesawat tempur bertenaga roket tersebut di lokasi pembuatan di Kashiwa, Perfektur Chiba.

Tempat rahasia lokasi pembuatan dan penyimpanan pesawat roket tempur Jepang itu saat ini hanya ada di Kashiwa tersebut.

Pesawat tempur ini di masa lalu dibuat sebenarnya untuk menghajar pesawat militer bomber Amerika Serikat B-29 yang terkenal itu.

Konsentrasi tinggi dari hydrogen peroxide yang digunakan sebagai materian sangat berbahaya untuk mendorong roket, menjadi salah satu pusat perhatian penelitian mulai hari ini tersebut.

Bagaimana struktur penyimpanannya dan sebagainya sehingga akhirnya diharapkan dapat mengetahui penanganan kapal tersebut saat perang dunia kedua dulu.

Tempat penyimpanan rahasia sekitar 55 meter di bawah tanah itu memang menarik sekali untuk diteliti.

“Selain untuk studi menambah pengetahuan kita, juga dapat meningkatkan semangat kita untuk melestarikan bukti sejarah ini dengan baik yang dulunya sebagai lapangan perang.” (tribunnews)

Tinggalkan Balasan