Morser 16, Panser Peluncur Mortir Cobra Berbasis GDELS Piranha V

Angkatan Darat Swiss baru saja menyetujui penggunaan Kendaraan Tempur (Ranpur) Morser 16. Ranpur ini berbasis Piranha V 8×8 GDELS (General Dynamics European Land Systems) dengan senjata utama peluncur mortir otomatis 120mm RUAG MRO Cobra.Untuk sistem pertahananya dilengkapi dengan senapan mesin berat berkaliber 12,7mm dengan sistem kontrol remot RCWS/ remote controlled weapon station.Ranpur rencananya akan mulai memperkuat AD Swiss pada tahun 2024.Cobra adalah sistem mortir berteknologi tinggi yang menetapkan standar baru untuk sistem penembakan tidak langsung. Faktor utama adalah penggunaan penggerak elektrik untuk memastikan keakuratan dan kecepatan sistem. Drive elektrik membuat sistem ini sangat akurat, sementara komputer balistik memungkinkan penembakan MRSI (Multiple Rounds Simultanous Impact). Dengan penanganan yang intuitif dan sederhana serta pemuatan otomatis, awak kendaraan dapat fokus pada hal-hal yang penting, yaitu keberhasilan misi yang cepat dan aman.Cobra mempunyai fitur keamanan dimana dapat melindungi penggunanya terhadap kesalahan operasi atau pemuatan amunisi ganda saat beroperasi di malam hari atau dalam cuaca ekstrem. Beratnya mencapai 1.200 kg (tanpa alat pemuat amunisi) atau 1.350 kg (dengan alat pemuat amunisi). Daya recoil-nya mencapai 30 ton dalam 30 milidetik. Tembakan peluru pertama membutuhkan waktu kurang dari 60 detik.Cobra dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam berbagai kendaraan beroda rantao atau beroda ban dan dirancang sedemikian rupa sehingga pengguna dapat dengan cepat dilatih untuk standar operasi yang tinggi.PIRANHA V adalah generasi kelima dalam keluarga kendaraan lapis baja 8×8 Piranha dan dikembangkan oleh General Dynamics dan Mowag dari Swiss. Piranha V diperkenalkan saat Pameran Pertahanan Internasional Eurosatory 2010 di Paris. Piranha V sudah digunakan oleh Denmark, Monako, Spanyol, dan Rumania.Piranha V memberikan tingkat perlindungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan varian Piranha sebelumnya. Perbaikan ini berkat pengalaman langsung Piranha pada operasi tempur di Irak dan Afghanistan.Tata letak fisik internal dan eksternal kendaraan, kursi yang terlindungi dari ranjau yang terintegrasi, dan berbagai fitur kemampuan bertahan lainnya dimasukkan ke dalam desain kendaraan ini. Desain Piranha menggabungkan pelat hull berbentuk V untuk mengoptimalkan terhadap ledakan, pemberian jarak pada add-on armor dan lapisan khusus pada permukaannya untuk meminimalkan jejak termal (panas) dan radar.Sistem pelindung modularnya menyediakan perlindungan terhadap granat berpeluncur roket (RPG), peluru penembus baja (armor-piercing) kaliber 14,5 mm pada 360° kendaraan, dan peluru armor-piercing kaliber 30 mm pada lingkup 30° depan kendaraan.Bagian dek bawah ranpur mampu menahan ledakan ranjau anti-tank seberat 8 kg.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan