Myanmar Tolak Permintaan Gencatan Senjata Pejuang Rohingya

Para pengungsi Rohingya berjalan menerjang arus sungai dalam pelarian dari Myanmar. Sumber: Hindustan Times

Pejuang Rohingya ARSA telah mengumumkan gencatan senjata selama satu bulan agar bantuan kemanusiaan untuk pengungsi bisa tersalurkan, mereka akan meletakkan senjata sementara waktu. Namun pemerintah Myanmar malah menolaknya, mereka menolak untuk ikut meletakkan senjata.

Sikap itu disampaikan oleh Zaw Htay, juru bicara pemimpin de facto Myammar, Aung San Suu Kyi, sepeti diberitakan BBC. Melalui Twitter, Zaw Htay menegaskan, pemerintah tidak akan berunding dengan “teroris”.

Penegasan juru bicara pemimpin Myanmar dikeluarkan setelah beberapa jam sebelumnya ARSA, yang mengaku bertindak atas nama warga Rohingya, mengumumkan gencatan senjata selama satu bulan.

Menurut ARSA, penghentian operasi militer selama satu bulan dimaksudkan untuk memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan di negara bagian Rakhine, tempat sebagian besar warga Rohingya tinggal di Myanmar.


Wilayah Rakhine dikenal dengan nama Arakan oleh orang-orang Rohingya.

Palang Merah Internasional (ICRC) di Myanmar menyambut deklarasi gencatan senjata sepihak ARSA.

Disebutkan oleh seorang pejabat ICRC Joy Singhal bahwa langkah itu merupakan “perkembangan yang sangat positif.”

Gencatan senjata, menurutnya, diharapkan akan menambah akses aman untuk pengiriman bantuan ke Rakhine.


Sekitar 300.000 warga Rohingya dilaporkan telah melarikan diri dari Rakhine dan mencari perlindungan dengan menyeberang ke Bangladesh sejak akhir bulan lalu. Sejak para pemuda Rohingya mengangkat senjata melawan penindasan pemerintah Myanmar menolak mengakui mereka sebagai warga negara yang sah.

Warga Rohingya – kelompok  minoritas yang tidak diakui sebagai warga negara Myanmar meskipun secara turun-temurun telah menetap di negara tersebut – mengatakan, militer dan orang-orang lokal di Rakhine melakukan kampanye brutal terhadap mereka sejak puluhan tahun yang lalu.

 

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan