NATO Takut Kelemahan F-35 Terbongkar Saat Turki Operasikan Rudal S-400

Apa jadinya jika sebuah negara mengoperasikan sistem pertahanan udara S-400 dan pesawat F-35 secara bersamaan. Tentunya juga akan mencari bagaimana caranya S-400 bisa mendeteksi pesawat siluman F-35, baik dalam latihan maupun sebagai perlindungan dari musuh.

Nah inilah yang ditakutkan oleh NATO. Jika itu terjadi, kelemahan jet tempur siluman kebanggaan NATO itu bisa diekspos Turki dan menjadi daya tawar Turki baik kepada Rusia maupun ke NATO.

“Apa pun yang bisa dilakukan oleh S-400 yang memberikannya kemampuan untuk lebih memahami kapabilitas seperti F-35, jelas bukan untuk keuntungan bagi koalisi,” kata Komandan NATO Jenderal Tod Wolters kepada Reuters, Senin (16/7/2018).

Turki sudah mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk membeli sistem S-400. Pengiriman pertama dari senjata pertahanan canggih itu akan berlangsung akhir 2019.


Parahnya, Ankara juga telah memperoleh jet tempur F-35 dari kontraktor pertahanan Amerika Serikat (AS) Lockheed Martin sebanyak dua unit. Namun, serah terima kedua jet tempur itu berlangsung di AS dan kedua pesawat masih di negeri Paman Sam tersebut untuk latihan bagi para pilot Ankara.

Senat AS telah meloloskan undang-undang untuk memblokir pengiriman F-35 ke Ankara. Pemerintah Washington juga bertekad untuk menahan kedua jet tempur itu sampai Ankara membatalkan kesepakatan pembelian S-400 Rusia.

“Sampai saat ini belum diketahui berapa banyak, untuk berapa lama dan seberapa dekat pesawat tempur dapat dioperasikan di dekat sistem S-400 untuk menjaga kemampuan radar-mengelaknya secara rahasia,” kata Jenderal Wolters.

Baca Juga:  Kapal Selam Jin China, Bisa Bawa 12 Rudal Nuklir Yang Mampu Menjangkau Wilayah Amerika Serikat 

“Semua itu harus ditentukan. Kami tahu sekarang ini adalah tantangan,” ujarnya.

Pada akhir tahun depan, Inggris, Norwegia, Italia, dan Belanda akan memiliki sekitar 66 pesawat tempur F-35 Lightning II. Sedangkan pengiriman untuk Turki belum bisa dipastikan karena masalah itu. Padahal, Ankara sudah membeli 116 unit F-35 di bawah kesepakatan program Joint Strike Fighter yang ditandatangani pada tahun 2014 dan 2016.

Dalam kesepakatan itu, pengiriman untuk Ankara seharusnya dilakukan pada 2018-2019,

Sementara itu, Moskow dan Ankara juga menandatangani kesepakatan senilai USD2,5 miliar untuk pengadaan S-400 Triumph Rusia pada Desember tahun lalu. Meskipun ada tekanan dari AS, Ankara sejauh ini telah berulang kali menyatakan bahwa akuisisi sistem pertahanan Rusia akan berjalan seperti yang direncanakan.

Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan