NC-212 200 Aviocar, Pesawat Angkut Ringan Tulang Punggung Tiga Matra dan Polri

Sampai saat ini NC-212 Aviocar masih menempati posisi sebagai produk terlaris PT Dirgantara Indonesia, dengan total unit yang telah dibuat mencapai 105 pesawat untuk pasar domestik dan ekspor. Dan diantara pemesan dari dalam negeri, tiga matra TNI dan Polri telah menjadikan sosok NC-212 sebagai standar pesawat angkut ringan, tak kurang pesanan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk TNI sudah mencapai 33 unit.
Meski hingga kini masih beroperasi penuh untuk beragam misi, usia NC-212 100/200 tak muda lagi, maklum produksi atas lisensi dari EADS CASA (sekarang – Airbus Defence and Space) untuk NC-212 100 untuk PT DI sudah berlangsung sejak tahun 1976, dan dikenal sebagai babak baru PT DI dalam produksi pesawat terbang modern. Dimuolai sejak tahun 1976, PT DI tercatat telah memproduksi 28 unit, dimana sebagian telah diserakan sebagai pesanan TNI AU.

Kemudian di dekade 80-an, seiring CASA merilis varian C-212 200, yakni varian dengan body lebih panjang, mesin baru, kapasitas lebih besar, kemampuan menanjak lebih cepat, dan ramp door lebih besar, PT DI pun ikut ambil bagian dalam produksi berdasarkan lisensi, dan jadilah NC-212 200M. Nah, varian inilah yang saat ini dominan digunakan oleh Puspenerbad TNI AD (4 unit), Skadron Udara 600 Puspenerbal TNI AL (8 unit), Skadron Udara 4 TNI AU (9 – 10 unit) dan Direktorat Polisi Udara (2 unit). Pengiriman pesanan NC-212 200M paling akhir dilangsungkan pada 15 Februari 2016, yaitu satu unit NC-212 200 pesanan tahun 2012 yang diserahkan kepada Skadron Udara 4 di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Bagi TNI AD dan TNI AL, NC-212 200M seolah menjadi tulang punggung transportasi untuk lini sayap tetap, terlebih setelah pesawat angkut sedang DHC-5 Buffalo tak lagi dioperasikan sejak tahun 2009 oleh kedua matra tersebut. Sementara untuk TNI AU, hadirnya NC-212 100/200 melengkapi postur lini pesawat angkut yang ada, dimana porsi pesawat angkut berat ada di ‘tangan’ keluarga C-130 B/H Hercules Skadron Udara 31/32, kemudian pesawat angkut sedang di ‘tangan’ CN-235/C-295M Skadron Udara 2, dan lini pesawat ringan yang ditangani Skadron Udara 4 dengan tumpuan pada 10 unit NC-212 100/200.

Baca Juga:  Lantamal VI Uji Coba Alutsista Kapal Cepat TNI AL

Sifat NC-212 yang low maintenance, dapat beroperasi secara STOL (Short Take Off and Landing), dan bisa mendarat serta tinggal landas dari unprepared runway, menjadikan sosok NC-212 200 primadona untuk tugas-tugas perintis dan punya peran besar dalam mendukung logistic di pangkalan-pangkalan udara terpencil. Bersamaan dengan daftar belanja TNI AU dalam MEF (Minimum Essential Force) II periode 2014 – 2019, bahkan sudah ada keinginan untuk mengganti armada NC-212. Meski untuk penggantinya belum diketahui persis pesawat apa yang dilirik TNI AU.

Bila TNI AU punya rencana untuk mengganti NC-212, lain halnya dengan TNI AL, lewat Skadron Udara 800 yang mengoperasikan pesawat intai maritim, Puspenerbal TNI AL malah tengah menjajaki untuk menambah pesanan NC-212 200 MPA (Maritime Patrol Aircraft). Untuk saat ini Puspenerbal mengoperasikan tiga unit NC-212 200 MPA. Awalnya NC-212 200 MPA adalah varian angkut yang kemudian dikonversi ke varian MPA. Setelah dikonversi menjadi pesawat patroli maritim, ada perbedaaan dari sisi penampakan, yang paling kentara adalah moncong (hidung) pesawat yang jadi mancung, hal ini untuk menampung hardware dari Ocean Master Surveillance Radar.

Bila ditakar dari varian NC-212 200 yang ada di TNI, yang digunakan TNI AL adalah yang paling canggih, betapa tidak NC-212 200 MPA TNI AL sudah dilengkapi perangkat Thales AMASCOS (Airborne Maritime Situation and Control System) yang dipadukan dengan radar Ocean Master Surveillance, jarak jangkau radar ini bisa menjangkau target sejauh 180 km. Perangkat radar tadi dikombinasikan juga dengan Chlio FLIR (Forward Looking Infa Red) yang dapat mendeteksi sasaran sejauh 15 km. FLIR disematkan tepat dibawah moncong pesawat, berkat adanya FLIR maka pesawat dalam kegelapan malam dapat mengendus keberadaan kapal kecil yang sedang melaju, bahkan periskop kapal selam dalam kegelapan malam dapat terpantau lewat FLIR di NC-212 200 MPA.

NC-212i

Airbus Defence and Space (ADS) kini tengah fokus pada produksi pesanan C-295 dan Airbus A-400M Atlas, untuk itu seluruh proses pembuatan pesawat kini dilakukan oleh PT DI, pasalnya ADS telah menyerahkan sepenuhnya fasilitas produksi NC-212 mulai dari jig dan tools hingga pergudangannya (Slow Mover Material) yang semula berada di Spanyol telah dikirimkan seluruhnya ke PT DI.

Baca Juga:  3 Unit Helikopter Panther Pesanan TNI AL Tiba Di Indonesia

Dengan fasilitas produksi yang lengkap, PT DI pun mendapat lisensi untuk memproduksi varian terbaru NC-212 400 (NC-212i). Melalui kerja sama yang telah ditandatangani pada tahun 2012 tersebut, PTDI menargetkan akan membangun 6 (enam) buah pesawat NC212i setiap tahunnya. Artinya setiap pesanan dari kawasan Asia Pasifik untuk NC-212i maka akan dibuat oleh PT DI. Indonesia akan diuntungkan karena seluruh proses pembuatan pesawat tersebut dikerjakan PT DI di Bandung.

Sampai saat ini NC-212 400 telah dipesan oleh AU Filipina dan AU Vietnam, bahkan Vetnam memesan tiga unit untuk varian MPA. Sementara dari dalam negeri, Kemhan sejauh ini malah belum mengjukan order pemesana NC-212i ini.

Adapun fitur pesawat NC212i (NC-212 400) adalah sebagai berikut:

1. Two Honeywell TPE-331-12JR-701C Turboprop engines with two four-bladed Dowty Rotol Propeller
2. Full Glass Cockpit, Advanced and Modern Avionics Suite and Auto Pilot.
3. Fixed Landing Gear, High Wing Configuration.
4. Max Take Off Weight: 8.100 kg
5. Max Landing Weight: 8.100 kg
6. Un-pressurized Cabin and Payload : 2.950 kg
7. The Largest Seat Capacity (up to 28 seats)
8. Short Take-off and Landing (STOL) Operations
9. Take-off and Landing on Unpaved Runway Capabilities
10. High and Hot Airfield Capability
11. Equipped with Ramp Door for Easy Loading and Unloading

Dan sebagai perbandingan, dibawah ini adalah spesifikasi NC-212 200, jenis Aviocar yang kini eksisting digunakan TNI dan Polri.

Spesifikasi NC-212 200 :

– Panjang : 15,2 meter
– Lebar (bentang sayap) : 19 meter
– Tinggi : 6,3 meter
– Mesin : 2 – Garret TPE-331-10R-512C Turboprop
– Propeller : empat bilah baling-baling Dowty Rotol dengan diameter 2,75 meter
– Kecepatan Max : 370 km/jam
– Kecepatan Jelajah : 300 km/jam
– Ketinggian Terbang : 7.925 meter
– Kecepatan Menanjak : 8,3 meter/detik
– Kapasitas Bahan Bakar : 1.600 kg
– Berat Max : 2.820 kg


sumber : www.indomiliter.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan