Nekad Beli Senjata Buatan Rusia dan China, Siap-Siap Kena Sanksi Dari Amerika

Dengan alasan demi melindungi teknologi militernya, Amerika Serikat (AS) mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara-negara mitra yang membeli alutsista dari China dan Rusia.

Jika sebuah negara mitra AS membeli senjata strategis dari kedua negara itu, pastinya penggunaanya akan bersinggungan dengan teknologi alutsista AS. Dari sinilah titik rawan bocornya rahasia teknologi.

Apalagi jika negara tersebut punya kerjasama produksi bareng seperti kasus Turki.

“Kami tidak ingin memiliki peluang untuk produksi bersama (dengan calon mitra) yang terancam karena Moskow atau Beijing mungkin berupaya mengeksploitasi produksi bersama tersebut atau melakukan penelitian bersama atau hanya ingin mencuri teknologi atau teknologi tersebut,” ucap Cooper, seperti dilansir South China Morning Post.

Dia menanggapi pertanyaan tentang sikap yang diadopsi AS sehubungan dengan Undang-Undang Penentang Melawan Amerika Melalui Sanksi (Caatsa) 2017, dan bagaimana Washington akan mendekati negara-negara yang mengincar akuisisi peralatan militer dari Rusia dan Cina daratan.

Cooper menjelaskan, bahwa Caatsa, yang disahkan pada tahun 2017 untuk menjatuhkan sanksi pada Rusia, Iran, dan Korea Utara, dirancang untuk melindungi teknologi yang dibagikan oleh AS dengan mitra yang bersedia memulai hubungan yang saling menguntungkan.

Dia menyebut, keputusan Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia sebagai contoh yang baik tentang bagaimana tindakan itu dilakukan. Langkah itu mengakibatkan Ankara dikeluarkan dari program jet tempur siluman F-35 Washington.

Baca Juga:  Berlabuh di Jakarta, Kapal Perang Penjelajah Rusia "Varyag" Adakan Open Ship untuk Umum

Karena dalam penggunaan S-400 pastinya akan bersilang data dengan F-35.

“Jika sesuatu yang diperoleh dari Rusia dapat menimbulkan risiko, maka sanksi bisa menjadi pertimbangan. Tidak ada pengecualian untuk setiap mitra, tetapi tidak ada aplikasi ganda juga,” ungkapnya. Meski demikian, dia menyebut bagaimanapun, bahwa pasar senjata tetap kompetitif di tengah persaingan kekuatan regional.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan