Ngambek, Italia Enggak Mau Beli Pesawat F-35 Lagi

Pemerintah Italia melalui Menteri Pertahanan, Elisabetta Trenta secara mengejutkan akan membatalkan kontrak pembelian 90 unit pesawat F-35. Ini artinya, Italia tak akan menambah jumlah pesawat F-35 yang sekarang sudah ngendon di arsenalnya.
Keputusan ini diambil oleh Pemerintah Italia yang sekarang dikuasai oleh Partai Politik dari kubu Five Star Movement (Gerakan Lima Bintang) yang terkenal antikemapanan.

Italia sejatinya telah menyepakati kontrak untuk memesan 60 jet tempur tempur F-35A dan 30 jet tempur F-35B. Namun, kontrak yang akan diteken tahun 2012 itu akan ditinjau ulang untuk dibatalkan.

“Kami tidak akan membeli F-35 lagi,” kata Trenta dalam wawancara dengan program Omnibus La7 Italia pada Jumat.

“Kami sedang menilai apa yang harus dilakukan mengenai kontrak yang sudah ada,” ujarnya, sambil mencatat bahwa partainya selalu menjadi pengkritik vokal dari program jet tempur NATO tersebut.

Dia mengakui bahwa membatalkan kontrak itu kemungkinan akan merugikan Italia. Pasalnya, kesepakatan itu memiliki konsekuensi hukuman finansial yang kuat, yang bisa merugikan anggaran Italia.

“Penghentian kontrak dapat berdampak negatif terhadap pekerja Italia yang dipekerjakan dalam produksi,” katanya. Daftar manfaat lain dari kesepakatan itu adalah teknologi dan penelitian.


Italia menjadi satu-satunya negara dengan lini perakitan F-35B di luar AS. Pada Mei 2017, negara ini meluncurkan jet pertama dari proyek bersama NATO tersebut. Namun, jet tempur itu harus dikirim ke pangkalan Angkatan Laut AS di Maryland untuk sertifikasi dan pelatihan awak.

Baca Juga:  F-22 Raptor Akan Dilabur Cat Anti Radar Terbaru

Italia pada mulanya memesan 135 jet tempur F-35 dari AS. Namun, pada tahun 2012, jumlah pesanan dipangkas menjadi 90 unit karena negara itu dengan menghadapi krisis utang.

Pemilihan pada bulan Maret di Italia telah memicu pertengkaran politik yang mendorong pemerintahan baru Lega Nord dan Gerakan Lima Bintang menuju kekuasaan. Fakta bahwa pemerintah baru Italia yang dikuasai partai tersebut yang selalu bertentangan dengan program mahal dari NATO.

Ketika Gerakan Lima Bintang mempresentasikan manifesto pertahanannya pada Mei tahun lalu, politisi Tatiana Basilio, yang kemudian menjadi anggota parlemen, mengatakan bahwa Italia akan meninggalkan program F-35 jika partainya menang.


“14 miliar Euro untuk 90 F-35 terlalu mahal dan kami menempatkan diri di tangan AS,” kata Basilio pada saat itu.

Satu unit pesawat F-35 saat ini menghabiskan anggaran Italia sebesar 51,3 juta Euro. Italia secara keseluruhan akan menghabiskan sekitar 14 miliar Euro untuk program jet tempur F-35.

Sementara itu, program pesawat ini mengalami masalah teknis yang tidak terselesaikan, seperti helm yang salah, kursi pelontar yang tidak berfungsi dan biaya yang terlalu besar.

Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan