Ngerii, Rusia Lengkapi Su-57 Dengan Bom Cluster Silumab PBK-500U

Penggunaan bon curah atau Cluster sebenarnya telah disepakati, dilarang digunakan dalam situasi dan kondisi apapun di medan perang. Namun faktanya, sejak era perang Dunia II, hampir di semua perang bom ini masih jadi senjata andalan untuk dijatuhkan dari pesawat.

Amerika Serikat menggunakan bom ini di Perang Vietnam, Perang Teluk di Irak sampai Afghanistan. Rusia juga menggunakanya di Suriah. Dan bahkan Arab Saudi juga menggunakan bon jenis ini buatan Inggris di Perang Yaman.

Yang terbaru, Rusia berencana memasang bom jenis di pesawat silumanya Su-57. Bom tersebut adalah jenis Drel PBK-500U.

Drel PBK-500U, adalah bom cluster varian terbaru Rusia, jenis layang bebas dengan bobot mencapai 500 kg. Bom ini bisa dilepaskan dari jarak jarak 30 km (16 mil) dari sasarab. Pesawat pembawanya tidak perlu masuk terlalu dalam ke wilayah musuh untuk mengantarkan bom ini.

Bagaimana soal akurasi? mediasinya bisa sampai 50% dari titik sasaran yang dituju. Bom ini memang tidak ditujukan untuk menghancurkan sebuah sasaran. Tapi sebuah wilayah secara total tanpa peduli apapun.


Karena tidak dilengkapi roket pendorong, bom ini hanya mengandalkan gaya gravitasi dan levitasi untuk melayang menuju sasaran, tentu mudah musuh ditembak selagi melayang di udara?

Di sinilah letak kelebihannya. Drel Rusia ini punya teknologi siluman yabg tidak terdeteksi radar musuh. Bom ini masih dalam tahap penyelesaian akhir uji coba. Dan memang direncakan akan jadi senjata gendongan Su-57.

Baca Juga:  Bomber Terbaru Tupolev Tu-22M3M Siap Mengudara Tahun Ini

Drel (bermakna drill) tidak lain merupakan kode nama yang digunakan untuk program riset dan pengembangan PBK-500U. Nama Drel mulai disebut dalam forum militer “Army-2016” sedangkan program ini pertama disampaikan pada ajang MAKS 2015 di Moskow.

Untuk tahap pertama, bom gugus Drel akan dilengkapi dengan munisi-munisi antitank berpemandu berukuran kecil (small sizes guided anti-tank munitions). Selain mampu mencari sasaran secara mandiri, bom ini juga dapat membedakan mana kawan mana lawan melalui identifikasi saluran radar.

Satu bom PBK-500U mengandung 15 bom SPBE-K masing-masing berbobot 15 kg. Setelah berhasil mendeteksi sasaran tank, selanjutnya masing-masing bom berhulu ledak 1 kg akan lepas dan meluncur dari ketinggian 150 meter dengan kecepatan 3.000 m/detik. Bom-bom ini mampu menembus lapisan baja setebal 10 cm dan menghancurkannya.


Bom Drel mempunyai dimensi panjang 3,1 meter, diameter 45 cm, dan bobot kurang lebih 540 kg. Ketinggian terbang maksimum untuk melepaskan bom ini mencapai 14 km.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan