Norinco CS/LR4 Senapan Sniper Buatan China yang Bunuh Gembong Teroris Marawi

Senapan runduk sniper Norinco CS/LR4 unjuk kemampuan di medan perang Marawi, Filipina. Yang paling disorot, tewasnya dua gembong ISIS Omar Maute dan Isnilon Hapilon yang berhasil ditembak mati sniper dari kesatuan elit Scout Ranger militer Filipina dari jarak 1 kilometer.
Kiprah cemerlang senapan buatan Norinco China langsung bikin sumringah Presiden Duterte. Duterte sendiri awalnya diserang kritik karena mengalihkan kiblat senjata persenjataan Filipina dari Amerika Serikat ke China. 

“China, dua kali terbang kemari untuk kirim bantuan. Senapan runduk China yang berhasil mendapatkan dua gembong teroris tersebut. Jarak tembakannya kurang lebih satu kilometer, dan tidak ada angin di pagi itu. Ini adalah sesuatu yang luar biasa, dan bantuan China sangat besar artinya,” ungkap Duterte di pada saat pengangkatan sumpah anggota PDP di Pili, Camarines Sur.

Duterte mengambil langkah kontroversial dengan berdamai dengan China. Padahal sebelumnya hubungan Manila dan Beijing selalu ribut rebutan kepulauan Spratly di Laut China Selatan.

China menyambut baik langkah bersahabat Duterte. Sebagai hadiah, Beijing memberikan bantuan besar berupa ribuan pucuk senjata pada Filipina, terdiri dari senapan serbu Norinco CQ dan senapan runduk Norinco CS/LR4 serta NDM-86, tiruan dari SVD Dragunov.
Kalau melihat jarak tembakan dan kemampuan senapannya, besar kemungkinan tembakan yang menghentikan karir teror Maute dan Hapilon adalah Norinco CS/LR4, senapan runduk dengan mekanisme gerendel. Militer Filipina menurut laporan media Rappler (23/07) menerima sekitar 30 pucuk senapan CS/LR4 ini.

Baca Juga:  Mogok di Panama, USS Zumwalt Jadi Bahan Olokan Meme

Norinco CS/LR4 yang dikenal juga sebagai senapan NSG-1 ini adalah senapan yang dikhususkan untuk ekspor ke pasaran internasional. Kaliber yang digunakan untuk CS/LR4 adalah 7,62x51mm NATO. Kalau pelurunya tepat dan kondisi cuaca mendukung seperti yang diungkap presiden Duterte, jarak tembak 1 kilometer masih ada dalam jangkauan senapan ini, walaupun sudah sampai di ujung kemampuan.


CS/LR4 sendiri dilengkapi dengan tubuh alumunium, dimana laras dengan profil tebal sepanjang 60cm dipasangkan ke atas sasis tersebut. Laras CS/LR4 sendiri menggantung bebas (free float) dimana hanya rumah mekanisme saja yang menyatu dengan sasisnya. Sistem gerendel pada CS/LR4 menggunakan tiga lug pengunci tebal dengan tarikan panjang.

Bobot senapan runduk ini 6 kilogram, cukup ringan dan mudah dipindah-pindahkan. Untuk penembak disediakan bantalan pipi yang bisa disetel ketinggiannya dan monopod pada popor yang bisa diturunkan untuk membantu kestabilan. Peredaman hentakan dibantu dengan bantalan karet tebal di popor, dan kaki-kaki penstabil pun sudah dipasang sebagai standar. Untuk pemasangan aksesoris, CS/LR4 sudah dilengkapi dengan rel Picattinny untuk memasang teleskop.
Kalau admin ditanya, sejujurnya admin belum pernah melihat foto-foto di Marawi adanya Scout Ranger yang sudah menenteng senapan runduk CS/LR4. Yang ada justru Barrett M82A1, senapan runduk kelas berat yang tentu akan lebih mudah melalap sasaran pada jarak 1 kilometer. Ada kemungkinan bahwa Presiden Rodrigo Duterte mungkin ingin membalas budi baik China yang menjadi penyuplai senjata terbanyak bagi Filipina.

Baca Juga:  Putra Mahkota Arab Saudi Menangkapi Para Pangeran dan Menteri Karena Kasus Korupsi

(Aryo Nugroho/UC News)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan