Norinco WMZ-551, Ranpur APC Tontaipur Kostrad Buatan China

Mungkin dengan alasan meningkatkan kadar ke-pedean, unit elit dari suatu kesatuan mempunyai koleksi rampur dan rantis yang berbeda dari kesatuan TNI lainnya. Sebagai contoh yang unik adalah keberadaan ranpur APC (armored personnel carrier) WMZ-551 buatan Norinco (North Industries Corp) dari China yang digunakan unit Taipur (Intai Tempur)/Tontaipur (Peleton Intai Tempur) Kostrad TNI AD.

Berangkat dari platform panser 6×6, WMZ-551 mempunyai banyak turunan varian, jauh lebih beragam dari varian Anoa 6×6 buatan PT Pindad. WZ-551. Selain terbilang mirip dengan Anoa APC, WMZ-551 juga punya rancangan yang mirip dengan panser VAB buatan Renault Truck Defense, Perancis. Namun dari segi tongkrongan WMZ-551 tampak lebih besar ketimbang Anoa, seperti lampu utama terbenam dalam lambung, serta rentang kendaraan yang terasa lebih lebar.

Mengutip dari salah satu liputan di edisi Majalah Commando, debut panser asal China ini terendus saat kunjunga media ke Markas Satuan Tontaipur di kawasan Cilodong. Dari penelusuran, pada salah satu WMZ-551 terpatri kode 256WMZ551NB 2004 008, dari situ dapat diketahui bila ranpur buatan Norinco ini dibuat pada tahun 2004. Unit WMZ-551 yang digunakan Tontaipur Kostrad adalah jenis APC yang dilengkapi kubah semi terbuka, mirip kubah pada BTR-40 hasil retrofit TNI AD, plus ada bekal fasilitas winch penarik pada bagian belakang.

Secara keseluruhan, varian WMZ-551 yang ditawarkan Norinco mencakup Armored Personnel Carrier (APC), Infantry Fighting Vehicle (IFV), Self Propelled Howitzer (SPH), Self Propelled Mortar, 105 mm Assault Gun, Air Defense System variant, Recovery Vehicle, Ambulance Variant, dan Commando Post Variant. WMZ-551 APC umumnya menggunakan senjata utama berupa SMB (Senapan Mesin Berat) kaliber 12,7 mm dengan kubah coaxial, namun dalam beberapa kali tampilan, WMZ-551 Kostrad hanya dibekali senapan mesin kaliber sedang, 5,56 mm atau 7,62 mm.

Baca Juga:  TNI AL Sudah Punya Pengganti KRI Rencong-622 yang Tenggelam

WMZ-551 APC punya kemampuan amfibi dengan dukungan dua bilah propeller di bagian belakang. Propeller dapat diayunkan sekitar 180 derajat untuk meningkatkan propulsi saat mengarung di air. Saat mengarungi air, WMZ-551 dapat melaju hingga kecepatan 8 km per jam. Pasokan tenaga panser ini berasal dari mesin diesel buatan Jerman Deutz BF8L413F delapan silinder dengan turbocharger yang disokong transmisi 5S-111 GPA yang mempunyai konfigurasi 9 gigi maju dan 1 gigi mundur. Mesin ini dapat menyemburkan daya sebesar 320HP @2.500 RPM, sehingga dapat diterjemakan laju maksimum WMZ-551 di jalan raya bisa mencapai kecepatan maksimum 85 km per jam.

Fasilitas standar WMZ-551 yang kebetulan belum ada di Anoa Pindad adalah adanya proteksi Nubika pada seluruh ruang kabin. Kemudian ada fasilitas sistem pemadam kebakaran otomatis, night vision equipment untuk pengemudi, dan run flat tyres, yang artinya jika ban terkena protektil peluru atau pecahan ledakan, maka ranpur masih dapat melaju sejauh 100 km pada kecepatan 40 km per jam. Dari sisi konfigurasi, pengemudi dan komandan ada di depan, yakni komanda di sisi kiri. Seperti halnya Anoa, kompartemen mesin ada di tengah dan penumpang di belakang.

Bila Anoa merujuk pada desain panser VAB, maka WMZ-551 berangkat dari sasi truk Southwest Automobile Works Tienma XC2030 yang merupakan tiruan truk Mercedes Benz 2060. Dari sisi perlindunan, material lapis bajanya sangguh menahan serangan proyetil kecil dan sedang. Kaca depan komandan dan pengemudi dapat ditutup plat baja, sehingga untuk navigas dapat menggunakan periskop.

Baca Juga:  Pemerintah Tarik Utang Rp 11,7 Triliun untuk Belanja Alutsista

Sosok WMZ-551 pertama kali terlihat pada awal tahun 1986, saat itu WMZ-551 menjadi bagian dari 16 prototipe ranpur asal China. WMZ-551 dirancang oleh Jiang Hong dari Vehicle Reseach Institute Norinco. Sementara perkenalan panser ini ke publik dilakukan pada suatu pameran persenjataan di bulan November 1986 di Beijing.


Norinco sendiri merupakan mitra supplier alutsista bagi TNI, contohnya pada kanon multi laras Type 730 dan kanon hanud Type 80 Giant Bow 23 mm, dan roket anti tank PF-98 Queen Bee yang kesemuanya buatan Norinco. Terkait WMZ-551, Norinco pada medio 2008-2009 sudah aktif memasarkan vairian PTL05 bagi TNI AD. Inregrasi dengan Anoa pun telah dijajaki, pasalnya Norinco membuat platform panser ini dengan modular.

Selain China dan Indonesia, WMZ-551 dalam beragam varian juga digunakan oleh Argntina, Bosnia, Burma, Burundi, Kamerun, Chad, Kongo, Gabon, Kenya, Pakistan, Nepal, Oman, Sri Lanka, Sudan, Tanzania, Venezuela, dan Zambia.

Spesfikasi Norinco WMZ-551 APC :


– Manufaktur: Norinco Corp,China
– Awak: 2+9
– Berat: 15,8 ton
– Panjang: 6,63 meter
– Lebar: 2,8 meter
– Tinggi: 2,1 meter
– Ground clearance: 41 cm
– Mesin: Diesel Deutz BF8L413F
– Kapasitas BBM: 400 liter
– Jarak tempuh: 800 km
– Kecepatan maks di jalan raya: 85 km per jam
– Kecepatan maks di air: 8 km per jam

Sumber : www.indomiliter.com/

2 Komentar

Tinggalkan Balasan