OPM Tuding TNI Melakukan Serangan Udara di Nduga, Papua

Pemimpin Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) / OPM Organisasi Papua Merdeka, Benny Wenda, menuduh militer Indonesia melakukan serangan pengeboman di Nduga dalam operasi militer.

“Pengeboman, pembakaran rumah, dan penembakan ke desa-desa dari helikopter adalah aksi terorisme,” kata Benny Wenda.

“Tindakan kekerasan mengerikan pemerintah Indonesia terhadap orang Melanesia di Papua Barat menyebabkan bahaya dan trauma besar,” katanya lagi.

Beberapa hari lalu, Bupati Nduga, Yarius Gwijangge, meminta pasukan Indonesia tidak melakukan penembakan dari udara karena dikhawatirkan bisa menyebabkan korban dari kalangan sipil.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) untuk wilayah Papua mendesak pihak berwenang Indonesia untuk menghentikan tindakan represif dan mengadopsi strategi persuasi.


Juru bicara PGI Irma Riana Simanjuntak mengatakan pemerintah Indonesia harus membentuk tim pencari fakta untuk memverifikasi serangan baru-baru ini dan menjamin keselamatan publik.

Tabuni, warga setempat, mengatakan ribuan warga Nduga telah melarikan diri dari kabupaten sejak kekerasan melonjak selama pemilihan kepala daerah (pilkada) bulan lalu.

Laporan tentang masuknya militer Indonesia baru-baru ini telah membawa kembali kenangan dari tahun 1996, ketika komandan militer Indonesia Prabowo Subianto memimpin pasukan khusus ke daerah yang sama untuk menyelamatkan para sandera yang ditahan oleh Komandan Gerakan Papua Merdeka, Kelly Kwalik.

“Itulah sebabnya ketika banyak pasukan tentara dan polisi datang ke Nduga, Kenyam, sebagian besar orang kami takut, Anda tahu, bahwa hal yang sama akan terjadi,” kata Tabuni, dikutip RNZ, Senin (16/7/2018).

Baca Juga:  Peringkat Militer Indonesia Nomer 15 Di Dunia

TNI Membantah Telah Melakukan Serangan Udara

Seperti diberitakan sebelumnya, Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan belum ada operasi militer besar-besaran di Nduga, Papua. Pernyataan ini sebagai bantahan atas beredarnya informasi yang menyebut pasukan gabungan TNI-Polri pada Rabu 11 Juni 2018 melakukan serangan udara ke kota Kenyam dengan menggunakan dua unit helikopter milik TNI.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menegaskan bahwa belum ada pergerakan pasukan TNI untuk mengejar Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Nduga baik dari darat maupun lewat udara.


“Hingga saat ini alutsista TNI khususnya pesawat udara baik helikopter maupun pesawat belum pernah digunakan untuk melaksanakan serbuan guna mengejar Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Nduga, Papua,” katanya dalam pernyatan tertulis 12 Juli lalu seperti dirilis sindonews.com

“Sejauh ini alutsista TNI hanya digunakan untuk pendorongan logistik termasuk mendukung pemerintah daerah dan membantu masyarakat mengatasi kesulitan rakyat khususnya dalam hal sarana angkut,” lanjut Kolonel Muhammad.
Sumber: Sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan