Pabrikan Senjata Patungan Turki, Jerman, Malaysia dan Qatar Siap Produksi 1.000 Panser

Turki, Jerman, Malaysia dan Qatar dikabarkan bekerja sama siap memproduksi 1.000 Panser lewat sebuah pabrikan patungan. Patungan multinasional baru yang terdiri dari pabrikan BMC Turki, Rheinmetal Jerman dan Etika Strategi Malaysia, bergabung untuk membuat sebuah anak perusahaan di Turki di bawah BMC. 

Nama yang dipilih adalah RBSS, sebagai langkah awal, perusahaan ini akan menawarkan model ranpur kepada Turki dan militer negara lainnya. Produknha akan fokus pada kendaraan tempur dengan roda ban (wheeled) dan roda rantai (tracked). 

RBSS, melalui BMC, saat ini sedang melakukan negosiasi dengan pemerintah Qatar, yang dikabarkan berminat membeli 1.000 ranpur dalam berbagai tipe dan konfigurasi. Qatar sendiri memiliki saham 50% di BMC. 

Kontrak pembelian yang sudah deal adalah dari Turki, yang memesan 35 ranpur Amazon senilai 480 juta dolar Amerika. Pakistan dan Turkmenistan juga menunjukkan minat pada ranpur ini.

BMC meluncurkan Amazon pada Doha International Maritime Defence Exhibition and Conference di Qatar tahun 2016. Ranpur ini ideal untuk misi kepolisian dan militer. Amazon bisa diisi 7 personel.


BMC juga memperoleh kontrak untuk menjual 329 Kirpi kepada militer Turki tahun ini. Kirpi adalah ranpur antiranjau dengan perlindungan maksimal untuk awak di dalamnya (MRAP) dan mampu mengangkut 15 personel. Dengan Turkmenistan, BMC dalam pembicaraan untuk menjual 10 versi ambulan dari Kirpi. 


(sumber: defensenews.com)

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan