Pakai Radar AESA, Shenyang J-11D China Lebih Hebat Dari Sukhoi Su-35

Shenyang J-11 adalah Sukhoi Su-25 versi China. Pesawat ini pernah bikin heboh saat kalah dalam dogfight melawan pesawat Gripen C milik Thailand.

Saat ini, China telah melakukan upgrade dengan label J-11D. Pesawat terbaru ini menggunakan radar AESA dan diklaim lebih hebat daripada Sukhoi Su-35.

radar Active Electronically Scanned Array (AESA). Inilah yang menjadikan analis beranggapan J-11D lebih unggul dari Su-35, pasalnya Su-35 masih belum menggunakan radar AESA.

Adopsi radar AESA dipandang penting, lantaran pada radar ini tabung radar berputar secara elektronik, beralih pada beberapa sasaran begitu cepat sehingga sangat efektif memindai target berbeda secara bersamaan, bahkan ketika target berada berjauhan, di udara, di laut, dan darat.

Dengan beralihnya tabung radar dengan sangat cepat, “multi-tasking” radar AESA dapat melacak pesawat musuh dan memandu rudal ke targetnya, dan men-jammer sistem komunikasi dan sistem radar musuh. Karena masih merupakan barang ‘mahal,’ baru beberapa jet tempur papan atas NATO yang menggunakan AESA.

Selain radar Shenyang Aircraft Corporation (SAC) sebagai produsen telah melakukan sejumlah upgrade pada sistem elektronik, avionik dan mesin, menjadikan J-11D disebut setara atau bisa menandingi Sukhoi Su-35. Bisa jadi, inilah awal dari Su-35 versi China sendiri. Seri J11D ini dikembangkan sejak 2013 dengan kode D1101 dan terbang perdana pada 29 April 2019.

Baca Juga:  Kapal Perang SSV-2 Davao del Sur (LD-602) buatan Indonesia tiba di Filipina

Dilansir oleh thediplomat.com (20/4/2019), J-11D juga punya kemampuan stealth dengan menyerap sinyal radar. Materialnya sendiri dari bahan komposit yang lebih ringan namun lebih kuat.

J-11D sudah dipasangkan perangkat IRST (Infra-red search and track) untuk kebutuhan radar silent pada pertempuran jarak dekat. Masih dari sumber yang sama, disebutkan J-11D sudah menggunakan sistem kendali fly by wire, teknologi glass cockpit, peningkatan perangkat electronic warfare, dan peningkatan kemampuan pada varian terbaru mesin WS-10A.


Saat ini J-11D masih berstatus prototipe, namun sosok J-11D kembali diperlihatkan dalam peringatan 60 tahun CFTE (China Flight Test Establishment). Dengan terus meningkatnya tensi ketegangan antara Cina dengan Amerika Serikat, bukan tak mungkin J-11D benar-benar akan diluncurkan dalam waktu dekat ini.

2 Komentar

  1. Dengan beralihnya tabung radar dengan sangat cepat, “multi-tasking” radar AESA dapat melacak pesawat musuh dan memandu rudal ke targetnya, dan men-jammer sistem komunikasi dan sistem radar musuh. Karena masih merupakan barang ‘mahal,’ baru beberapa jet tempur papan atas NATO yang menggunakan AESA.

    ITU REPOT BANGET…………. PINJAM SAJA TEKHN PS2…………… DIISITU SEMUA TEKHNOLOGY ADA PADA PS2 DAN PS3 HEHEHEEEE

Tinggalkan Balasan