Pakar Militer: Rusia Mampu Mengalahkan Negara Agresor Manapun

Rusia masih mengandalkan kekuatan rudal warisan Uni Soviet sebagai senjata utama dalam pertahanan negara dan kekuatan balasan untuk setiap agresi dari negara lain.

“Rusia mampu menangkal berbagai agresi dari pihak lain karena gudang senjata pertahanan konvensional dan nuklir mereka terus diperbarui,” demikian disampaikan seorang jurnalis dan Pemimpin Redaksi Arsenal Otechestva (Gudang Senjata Tanah Air) Viktor Murakhovsky kepada Sputnik, Sabtu (24/12).

Rusia sepertinya masih mewarisi doktrin militer Nikita Krushcev, Presiden Uni Soviet ke-7 yang percaya bahwa kekuataan rudal adalah senjata yang paling ampuh untuk menjaga kedaulatan negara. Sampai saat ini Rusia masih mewarisi Bom Plutonium dan menjadi pemilik rudal nuklir terbesar di dunia.

Beberapa waktu lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa kini Rusia lebih kuat dari penyerang potensial manapun.“Kami dapat mengatakan dengan percaya diri bahwa kini kami lebih kuat dari pihak manapun yang berpotensi menyerang kami,”kata Putin dalam pertemuan dewan Kementerian Pertahanan Rusia, Kamis (22/12).

Dalam konferensi pers tahunan Jumat (23/12), Putin menjelaskan lebih lanjut pernyataannya. “Kemarin, saya mengatakan bahwa Rusia lebih kuat dari penyerang potensial manapun. Dan ini benar. Apa itu penyerang? Sebuah negara yang dapat melakukan serangan kepada kami. Kami telah meningkatkan pasukan nuklir berbasis darat dan laut kami, serta Angkatan Udara kami,”terang Putin.

Menurut Murakhovsky, militer Rusia lebih kuat dari penyerang manapun karena mereka menerapkan sebuah “strategi bertahan.”

Baca Juga:  Israel dan Uni Emirat Arab Akan Gelar Latihan Militer Bersama

“Kami terus membangun kemampuan pertahanan kami, dan di waktu yang sama kami meningkatkan kemampuan ekspedisi kami,” kata Murakhovsky kepada RIA Novosti.

Sementara untuk senjata konvensional, Rusia adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki kompleks sistem pertahanan udara berlapis, mulai dari sistem anti-pesawat portable hingga sistem strategis seperti S-400.

“Selain itu, Rusia memiliki kemampuan yang luas dalam menggunakan senjata dengan presisi tinggi, contohnya misil kapal berbasis laut dan udara,” kata sang pakar.


Murakhovsky menekankan bahwa kemampuan militer Rusia saat ini cukup untuk mencegah kemungkinan ancaman dari seluruh arah strategis. “Teorinya, Rusia dapat menangkal berbagai jenis agresi yang mungkin terjadi. Sementara untuk pasukan strategis nuklir, kami setara dengan AS,” kata Murakhovsky.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kompleks sistem pertahanan harus terus ditingkatkan.

“Seperti yang dikatakan Presiden Putin, seluruh sistem militer Rusia harus terus diperbarui. Kita tidak dapat berhenti, kita harus terus maju,”tutup Murakhovsky. (sputnik)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan