Pakistan Borong 48 Drone Multi-Role Wing Loong II Buatan China

Pakistan dikabarkan segera mengakuisisi 48 drone medium altitude, long endurance (MALE) intai dan serang buatan China Wing Loong II dalam kesepakatan senjata antara kedua negara.

Laporan di media China menautkan informasi tentang penjualan itu ke sebuah posting di akun Facebook resmi Sherdils Aerobatic Team Angkatan Udara Pakistan pada hari Minggu (07/10) tanpa memberikan informasi tentang nilai kesepakatan itu.

Secara signifikan, posting tersebut menyatakan bahwa Pakistan Aeronautical Complex (PAC) dan Aviation Industry Corporation anak perusahaan Chengdu Aircraft Industrial Company China akan bersama-sama memproduksi drone tersebut.

Wing Loong II, yang dibuat oleh Chengdu Aircraft Industrial Company telah melakukan penerbangan perdananya pada Februari tahun lalu, Xinhua News Agency melaporkan. Wing Loong II juga telah dijual kepada beberapa pembeli, termasuk UAE dan Uzbekistan.


China telah mencapai sukses besar dari ekspor drone yang dimilikinya dengan keunggulan pada keterjangkauan harga dan kualitas yang cukup baik. UAV China seperti seri Caihong sebelumnya telah dijual ke Irak dan Arab Saudi dan ke negara-negara yang tidak disebutkan di Asia dan Afrika.


Ekspor drone China mendapatkan keuntungan dari kebijakan Amerika Serikat yang membatasi ekspor drone semacam itu hanya untuk sekutu terdekat. Namun, pemerintahan Trump telah meliberalisasi kebijakan ekspor
untuk drone kelas atas seperti Predator dan Reaper. Namun demikian, beberapa pembatasan masih tetap diterapkan secara kasus per kasus.

Baca Juga:  Anggaran Militer China 2018 Naik Mencapai 137 Trilliun

Wing Loong II UAV memiliki kapasitas muatan maksimum 400 kg. Setiap sayap memiliki tiga hardpoint yang mampu membawa bom, roket atau rudal udara ke permukaan. Antena komunikasi satelit dipasang pada tonjolan di bagian depan atas fuselage UAV. Wing Loong II memiliki panjang 11 meter, rentang sayap 20,5 meter dan tinggi 4,1 meter.

Sumber: defenseworld.net/TSM Angga Saja

1 Komentar

  1. sayang indonesia ga beli wing loong seri 2 ini tapi yang seri 1, padahal yang ini persenjataannya lengkap, rudal udara ke udara, rudal udara kedarat dan rudal udara ke laut, bisa nembak heli/pesawat, tank dan kapal laut. Milik israel saja belum selengkap ini persenjataannya. China soal drone memang sudah menguasai pasar dunia, Versi militer paling banyak dipakai dunia dan versi sipilnya macam DJI Mavic pro juga sudah dipakai oleh negara jepang korea amerika dan eropa bahkan tentara israel dan amerika juga menggunakan Mavic pro

Tinggalkan Balasan