Panglima TNI: Ada Kesalahan Teknis Pada Rudal C705

​Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tak menampik adanya kesalahan teknis pada produk militer yang diuji coba di depan Presiden Joko Widodo, dalam latihan gabungan XXIV/2016 di perairan Banongan, Situbondo, Jawa Timur, pekan lalu. Saat itu, rudal C-705 buatan China sempat terlambat meluncur, hingga hampir lima menit.

“Itu kan uji coba, kita beli rudal. Kemudian satu dari empat, gagal, tapi itu uji coba,” ujar Gatot di Gedung Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 21 September 2016.

Hasil uji coba itu, menurut Gatot, bisa sekaligus menjadi penilaian atas produk yang ditawarkan pihak asing. Harga per unit rudal C-705 kabarnya menyundul Rp 20 miliar.  “Kan diuji. Tak bagus ya (berikutnya) tak kita beli,” ujar Gatot.

Peninjauan Jokowi ke Situbondo memang bertepatan dengan latihan tempur gabungan armada Angkatan Laut. Latihan itu dilakukan tiap dua tahun, untuk menguji persenjataan strategis militer Indonesia.

Jokowi, dalam latihan tersebut, sempat memberi instruksi uji coba persenjataan sebanyak tiga kali. Dua di antaranya adalah uji coba artileri, dan sisanya uji coba rudal kendali ke permukaan.

Latihan itu melibatkan setidaknya 7.000 ribu personel, dengan pengujian beragam alutsista seperti rudal howitzer, 39 kapal perang mulai dari kapal cepat rudal hingga kapal perusak ranjau, dan 8 pesawat udara. (tempo.com)

Baca Juga:  Kali Keempat, Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan