Panglima TNI Akan Cek Isu Latihan Militer Rusia di Papua

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menanggapi keberatan pihak Australia terkait adanya latihan militer tentara Rusia di Biak, Papua.

Menurut Hadi, tidak ada latihan militer tentara Rusia di Biak, seperti yang dikeluhkan pihak Australia.

“Enggak ada latihan di sana kok itu,” ujar Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/1/2018).


Namun demikian, Hadi mengatakan dirinya akan mengecek persoalan tersebut untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif.


“Nanti saya anu dulu, saya lihat dulu masalahnya. Kita lihat dulu permasalahannya seperti apa,” ucap Hadi.

Diberitakan sebelumnya, Personel Pertahanan di Darwin meningkatkan kewaspadaan di awal bulan Desember lalu, setelah pesawat pembom milik Rusia melakukan latihan navigasi di dekat Australia, setelah keluar dari sebuah pangkalan militer di Indonesia.

ABC menemukan pangkalan milik angkatan udara Australia (RAAF) di Darwin sempat dalam peringatan tinggi dalam “waktu singkat’, saat 100 personel militer Rusia dan beberapa pesawat ditempatkan di sebuah pangkalan udara di kabupaten Biak, Papua.

Selama persinggahan selama lima hari, dua pesawat pembom Tu-95 bertenaga nuklir melakukan misi patroli pertama mereka di kawasan perairan Pasifik Selatan, yang memicu kekhawatiran bahwa mereka mungkin telah mengumpulkan informasi berharga.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pesawat pembom strategisnya “melakukan misi siaga udara di perairan netral di Samudra Pasifik selatan”, dalam penerbangan yang berlangsung lebih dari delapan jam.

Baca Juga:  Jawa Timur Barometer Keamanan Nasional

Dalam sebuah pernyataan kepada ABC, Departemen Pertahanan Australia mengatakan “ADF [angkatan bersenjata Australia] mempertahankan tingkat kesiapan yang sesuai untuk menanggapi keadaan yang berkembang,” namun tidak secara khusus mengacu pada aktivitas Rusia.

“Tidak ada kejadian pesawat terbang milik asing yang tidak diberitahu atau tidak terjadwal, yang beroperasi di wilayah udara Australia selama periode ini,” tambah pernyataan tersebut.

Departemen Pertahanan juga menegaskan Pangkalan RAAF di Darwin tidak pernah ditutup, namun mengakui “pada awal Desember ada periode singkat dimana kesiapan ditingkatkan” di pangkalan tersebut.

Dua pesawat pengangkut milik Rusia, Ilyushin-76 membawa 81 personel tiba di Biak pada tanggal 4 Desember. Pesawat tersebut tiba setelah dua pesawat pembom Tu-95, sehingga jumlah pasukan yang dikerahkan menjadi 110 orang. (tribunews)

2 Komentar

Tinggalkan Balasan