Panglima TNI Ingin Kapal Rumah Sakit Apung

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan pihaknya berencana menambah jumlah kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS) seperti kapal Dr. Soeharso 990. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang berada di pulau terluar di Indonesia.

“KRI sejenis bisa kita tempatkan di wilayah timur, di timur juga masih banyak (dibutuhkan) di pesisir di pulau-pulau,” kata Hadi usai menggelar Joy Sailling dan halal bihalal dan bersama Pemimpin Redaksi, di KRI Dr.Soeharso, Senin, (23/7).

Indonesia sendiri hanya memiliki satu buah kapal BRS yakni Dr. Soeharso 990. Hadi menyebut, pihaknya pada rencana strategis (Renstra) TNI ke-3 akan mengajukan kepada pemerintah.

“Mudah-mudahan renstra ke 3 kita ajukan untuk penambahan. Kita itung sesuai renstra dan keuangan negara,” ucap Hadi.


Mantan KASAU ini menambahkan, fasilitas peralatan kapal Dr. Soeharso terbilang lengkap dan bisa diubah setara rumah sakit kelas satu. Meski demikian masih perlu ada pergantian peralatan yang ada untuk mengoptimalkan pelayanan untuk masyarakat dan medis.

“Ini kapal rumah sakit yang bisa kita set up sebagai rumah sakit kelas 1, 2, atau 3, saya tadi dijelaskan dokter, semuanya lengkap dan ada beberapa perlengkapan yang alat-alatnya
mungkin kita ganti, karena KRI Dr. Soeharso bukan untuk anggota TNI saja, tapi untuk masyarakat di pulau terdepan, terluar” terangnya.


Untuk diketahui, isi KRI Dr. Soeharso terdapat Dek Delta yang memiliki ruang rekreasi ABK dan terdapat beberapa kamar ABK yang tepat dibawahnya ada Dek Carlie yakni pusat fasilitas rumah sakit. Disini juga menjadi tempat berkumpul apabila terjadi emergency. Selain itu ada pula dibawahnya Dek Bravo yang memiliki kapasitas untuk menampung 500 pasukan dan ruang untuk rawat inap pasien.

Baca Juga:  Kepolisian Dubai Kerahkan Polisi Robot Untuk Menggantikan Seperempat Pasukannya

Sumber: merdeka.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan