Panglima TNI Kunjungi Sarang Petarung Korps Marinir di Cilandak

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan ke Sarang Petarung Korps Baret Ungu di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa 30 April 2019.

Kedatangan Panglima TNI dan rombongan di antaranya Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito dan Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, disambut Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono dan pejabat utama Korps Marinir.

Panglima TNI didampingi Dankormar serta rombongan selanjutnya melakukan tour facility mengelilingi markas petarung Marinir Cilandak. Di sepanjang rute, Panglima dan rombongan melihat langsung aktifitas keseharian prajurit Korps Marinir mulai dari latihan halang rintang, Gun Drill prajurit Artileri Marinir, menembak senapan dan pistol, mountenering, karate, renang militer, hingga latihan menembak PCP (Precharged Pneumatic) dan panahan.

Dari tour facility, Panglima TNI selanjutnya memimpin apel khusus di lapangan apel Bhumi Marinir Cilandak. Apel dengan Komandan Upacara Kolonel Marinir Amir Kasman, diikuti lebih dari 3000 prajurit petarung Marinir yang tergabung di dalam 10 Batalyon Upacara dan 1 Kompi Pasukan Khusus dari Yontaifib-1 Marinir. Sedangkan Kendaraan tempur Marinir yang tergelar di lapangan berupa BMP-3F, LVT-7, BTR-4, BTR 50, Rubicon, P4 ATAV, P2 Comando dan beberapa Ranpur amfibi lainnya.

Dalam apel khusus tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit Korps Marinir yang telah melaksanakan tugasnya dalam rangka mengamankan proses Pemilu 2019.

Baca Juga:  USAF dan TNI AU Bahas Peningkatan Kemampuan Tempur F-16

“Tugas kita mengamankan tahap kampanye dan pelaksanaan pencoblosan telah selesai. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit Marinir atas pelaksanaan tugasnya mengamankan Pemilu 2019,” kata Hadi.

Pada akhir arahannya, dia membuka dialog interaktif dengan ribuan prajurit Marinir yang duduk rapi mengelilinginya. Dialog ini dimanfaatkan Panglima TNI untuk mendengar langsung, keluhan-keluhan apa yang ada di tengah-tengah prajurit Marinir mulai dari kelengkapan hingga kesejahteraannya.


Dari seorang prajurit Marinir misalnya, ada masukan terkait senjata organik yang sudah cukup lama sehingga perlu adanya penggantian, pengadaan atau perbaikan dari Pindad. Perlengkapan lainnya yang ditanyakan prajurit adalah terkait ransel tempur yang pengadaannya masih kurang.

“Khusus untuk ransel serbu ini, Mabes TNI sedang melakukan riset bagaimana membuat ransel serbu yang dapat dipakai dengan nyaman oleh prajurit sehingga meskipun dengan beban yang ada, tidak mengganggu mobilitas prajurit,” kata Hadi.

Masalah lain yang ditanyakan prajurit Marinir adalah terkait dengan kesejahteraan, salah satunya masalah dukungan kendaraan jemputan (lyn) yang belum tercukupi padahal tempat tinggal prajurit Marinir sebagian besar jauh dari lokasi satuan seperti di Jonggol, Cileungsi, Depok dan sebagainya.

Demikian pula kesejahteraan mengenai peluang pendidikan untuk jenjang dari Tamtama ke Bintara atau dari Bintara ke Perwira ditanyakan langsung prajurit Marinir. Panglima TNI menanggapi pertanyaan ini dengan cukup lugas dan bahkan sempat memanggil prajurit yang bersangkutan untuk maju ke depan sehingga mendapat aplaus dan dukungan yang cukup meriah dari rekan-rekannya.

Baca Juga:  Komen Nylekit di Medsos, Pimpinan Polda Kepri Minta Maaf ke Jajaran TNI

Acara kunjungan diakhiri dengan foto bersama Panglima TNI dan rombongan dengan ribuan prajurit Marinir yang berdiri rapi di depan kendaraan tempur.


sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan