Panglima TNI Memuji Teknologi dan Kemampuan Drone Buatan Turki

Penggunaan pesawat tanpa awak atau drone dalam medan perang saat ini menjadi kebutuhan wajib. Selain penguasaan teknologi kemampuan personi dalam mengoperasikanya juga menjadi kebutuhan wajib.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta anggotanya mulai mengembangkan penggunaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) berupa pesawat tanpa awak atau disebut drone.

Saat memberikan pengantar dalam Rapat Pimpinan TNI 2021, Hadi Tjahjanto memuji drone taktis buatan Turki yang harganya relatif murah namun menjadi penentu kemenangan dalam konflik Azerbaijan – Armenia.

“Drone adalah satu alat yang sangat murah, mudah dioperasikan, dan bisa diberi kemampuan lebih,” kata Hadi Tjahjanto pada Selasa.

Berkaca dari konflik Azerbaijan – Armenia, TNI harus mulai memperhitungkan perkembangan pesawat tanpa awak dalam konsep perang modern, kata Hadi.

“Kita juga harus mengembangkan konsep-konsep operasional tentang penggunaan alutsista nirawak dan bagaimana integrasinya dengan susunan tempur TNI yang sudah ada saat ini,” jelas Hadi.

Hadi mengatakan perlu pengadaan pesawat tanpa awak dengan kemampuan Medium Altitude Long Endurance (MALE) untuk kebutuhan operasi di wilayah Natuna Utara, Kepulauan Riau.

Hadi juga mengatakan keterlibatan pesawat tanpa awak dalam operasi Poso dan Papua sangat dibutuhkan lantaran bisa menjadi penentu dalam mendukung informasi sehingga mampu menangkal serta menghadapi kelompok yang mengganggu keamanan negara.

“Drone yang kita miliki harus memiliki kemampuan intelijen, pengawasan atau survailence, dan pengenalan sasaran atau recognition yang mumpuni dari berbagai tingkatan, sesuai dengan operasi,” pungkas Hadi.

Baca Juga:  Imparsial: Jokowi Kurang Perhatikan Modernisasi Alutsista TNI

Sumber : www.aa.com.tr

Channel Militermeter

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan