Panglima TNI Pimpin Alih Komando Pasukan Reaksi Cepat

Alih Komando dan Pengendalian
(Kodal) Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI 2018-2020 digelar di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh.

Alih Kodal dari Divisi Infanteri I Kostrad, Jawa Barat, kepada Divisi Infanteri 2 Kostrad,nSingosari, Kabupaten Malang. Pengalihan rutin
digelar dua tahun sekali ini, dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kepada wartawan, Panglima TNI menegaskan,nPPRC dibentuk sebagai satuan pengendali dan antisipasi ancaman faktual atau nyata.

“Dalam operasinya, PPRC di bawah kendali langsung Panglima TNI, yang dibentuk untuk tindakan cepat dari ancaman faktual, baiknoperasi militer baik perang ataupun bukan,”
terang Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai memimpin Alih Kodal PPRC di Taxy Way Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Pakis,
Kabupaten Malang, Jumat (23/2/2018).


Kesiapan dan antisipasi, lanjut dia, adalah tujuan utama hadirnya PPRC. Mengacu kepada buku petunjuk, setiap dua tahun digelar pergantian Alih Kodal.

“Esensinya menyiapkan operasi secara cepat, berikut juga antisipasinya. Menghadang dan melumpuhkan gerakan separatis dengan munculnya ancaman nyata,” beber Panglima.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI juga membeberkan, rencana pendirian satuan tempur baru, yakni Divisi Infanteri 3 Kostrad, dan Pasmar-3.

Wilayah yang dipilih adalah Indonesia bagianntimur. “Sudah menjadi bagian rencana kerja, akan dibentui Divisi 3 Kostrad dan juga Pasmar-3 di wilayah timur Indonesia. Rencana Mako, ditempatkan di Makassar, untuk satuan
tempurnya ada di Sorong, Papua,” bebernya.

Baca Juga:  TNI Tolak Amnesti Total Bagi Mantan GAM Pembunuh Prajurit

“Kita bisa melihat Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas. Wilayah timur butuh satuan tempur, karena Divisi 1 sudah ada di Jawa Barat, 2 meliputi Jawa Timur dan wilayah tengah,” sambung Panglima.


Marsekal Hadi juga menegaskan, netralitas TNI dalam menghadapi tahun politik. Dia memastikan bersama Polri menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tahun politik, kami sampaikan netralitas TNI, komitmen yang akan terus dijaga. Dan membantu Polri dalam kesiapan pengamanan pemilu serta menjaga keutuhan NKRI,” tandasnya seperti dilansie detik.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan