Panglima TNI: Sekat Kanal & Embung Air Solusi Atasi Kebakaran Lahan

panglima-tni-sekat-kanal-embung-air-solusi-atasi-kebakaran-lahan

Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi di tanah air terus saja terjadi. Akibatnya, kabut asap menyelimuti sejumlah kota.

Untuk memadamkan titik api, personel TNI dan Polri ikut dikerahkan. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, selain mengakibatkan kemarau yang kering tahun ini, El Nino juga berdampak pada pemadaman kebakaran di lahan gambut yang menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pemadaman api.

Panglima melakukan peninjauan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan melalui pembangunan kanal bersekat dan embung air di Musi Banyuasin (Muba), dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.


“Kita menggunakan pesawat untuk memadamkan, atasnya padam namun tetap muncul asap, karena bawahnya (gambut) masih bara. Membangun sekat kanal dan embung air merupakan salah satu solusi pemerintah dalam mengatasi kebakaran, terutama di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Sekat akan menjaga kadar air di lahan gambut, atau membuatnya tetap basah, sementara embung dapat menjadi sumber air saat melakukan pemadaman, maka tidak ada alternatif lain, kita membuat sekat kanal berisi air, sehingga rembesan air dapat memadamkan bara,” kata Jenderal Gatot.

Dia mengajak pihak swasta yang memiliki konsesi di daerah tersebut untuk bersama bahu membahu membangun sekat kanal, satu di antaranya adalah Asia Pulp & Paper (APP) dan perusahaan pemasoknya. Perusahaan melibatkan seluruh pemasoknya mendukung kerja prajurit TNI di lapangan untuk memadamkan api.

Baca Juga:  KSAL : TNI AL Akan Mengakuisisi 2 Kapal Jenis Destroyer

“Kami menyambut baik arahan dan masukan Panglima TNI agar upaya pembangunan kanal dapat lebih efisien dan pembasahan lahan lebih optimal,” kata Direktur APP Suhendra Wiriadinata.


Dia mengatakan, produksi bubur kertas (pulp) dan kertas membutuhkan pasokan bahan baku kayu secara berkelanjutan. Hal itu bisa didapat dengan menjaga kelestarian hutan tanaman dan lingkungan sekitarnya. Dia menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana tahunan yang tidak hanya merugikan negara dan masyarakat tetapi juga pelaku usaha.

“Penerapan penyiapan lahan lahan tanpa bakar (zero burning policy) menjadi prioritas kami sejak tahun 1996. Selain itu, sejak tahun 2013 kami telah menerapkan kebijakan konservasi hutan (forest conservation policy) yang salah satu komitmennya tidak membuka lahan hutan alam,” katanya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan