Panglima TNI: Singapura Tidak Boleh Latihan Militer Di Langit Indonesia

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan larangan latihan tempur oleh pesawat Singapura di langit Indonesia. Menurutnya Flight Information Region (FIR) boleh diberikan kepada negara lain. Tetapi hanya terbatas pada operasional pengendalian navigasi udara dan untuk peringatan area berbahaya saja.

“Dalam hal ini Singapura menentukan danger area (area berbahaya), saya ulangi Singapura menentukan danger area, dan danger area ini hanyalah untuk keselamatan. Tidak boleh dilakukan untuk latihan militer, saya ulangi tidak boleh untuk latihan militer,” tegas Jenderal Gatot Nurmantyo di kantor presiden, Jakarta, Selasa (8/9/2015) seperti dilansir detik.com.

Dalam pernyataanya, Jenderal Gatot lalu menyebut tentang Annex 11 ayat 2 pasal 1 poin 1 tentang larangan latihan militer.


Jika ada pesawat tempur Singapura masuk wilayah Indonesia tanpa izin, maka pesawat itu telah melanggar Annex 11 tersebut. Gatot menginstruksikan kepada TNI AU untuk mengingatkan dan mengusir mereka.

“Untuk itu, TNI AU tetap mengadakan pengamanan patroli apabila ada pesawat-pesawat militer yang lewat situ untuk latihan militer, maka tugas dari AU untuk mengingatkan dan mengusir dari tempat itu,” jelasnya.

Gatot menjelaskan sebelumnya Indonesia pernah membuat perjanjian Military Tranining Area yang selesai pada tahun 2007. Kemudian perjanjian itu dilanjutkan dengan Defence Cooperation Agreement (DCA).

DCA 2009 ditandatangani oleh Menteri Pertahanan saat itu. Menurut Gatot, pada pasal 10 disebutkan perjanjian internasional harus diratifikasi oleh DPR. Sementara DPR belum menyetujui hingga saat ini.

“Sehingga DCA dalam hal ini: Alfa 1, Alfa 2, Bravo masih wilayah NKRI. Sehingga pesawat tempur yang melewati DCA tidak ada klausul laporan ke Singapura. Ini yang saya tegaskan karena terjadi kerancuan,” tutupnya.

sumber : detik.com

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan