Panser Perkasa Pindad APS1 Bukti Kekejaman Penjajah Otomotif

Pindad APS-1  adalah versi upgrade dari APS 1v. Pindad APS1 adalah sebuah kendaraan militer lapis baja buatan PT Pindad (persero), Indonesia. Kendaraan ini dipergunakan untuk mengangkut personel atau dikenal dengan nama APC (Armoured personnel carrier) sayangnya, APS-1 gagal diproduksi karena sokongan mesin dari Texmaco gagal didera krisis moneter.

Kendaraan lapis baja ini merupakan pengembangan dari purwarupa APR-1v (Angkut Personel Ringan-1) yang berpenggerak roda 4×4 dengan mesin Isuzu 120PS  Pada APS 1, mesin yang digunakan adalah hasil karya anak bangsa, yaitu berbasis mesin truk Perkasa dengan tenaga 220PS produksi Texmaco dengan kemampuan penggerak roda 6×4.

Untuk diketahui, tahun 90-an, Indonesia pernah memiliki pabrik otomotif sendiri yang 100% asli karya anak bangsa bernama Texmaco. Perusahaan milik Marimutu Manimaren ini memproduksi Truk dan Bus dengan brand “Perkasa”.  Setelah cukup sukses dengan mesin truk-nya, Texmaco bermaksud bermain di kelas minibus

Sayangnya, kemudian Texmaco selaku perusahaan pemasok mesin harus bangkrut karena krisis moneter. Perusahaan yang di era presiden Soeharto diharapkan mampu merintis perusahaan otomotif nasional dengan memproduksi pick-up, truk dan bus itu, tewas berbarengan krisis ekonomi tahun 1998. Tahun 2003, Marimutu Manimaren memilih bunuh diri karena merasa gagal mengembangkan industri otomotif nasional yang diamanatkan padanya.


Tahun 2013, keluarga Marimutu berhasil merebut kembali Texmaco group. Tapi entahlah, apakah mereka akan kembali ke industri otomotif memproduksi lagi bus dan truk? atau mungkin membuat mobil minibus? dari segi infrastruktur manufaktur jelas mereka lebih dari sanggup untuk sekeda membuat mobil Esemka asli 100% tanpa perlu menjiplak sana-sini atau impor dari China.

Baca Juga:  KRI Malahayati-362 Segera Dimodernisasi Oleh PT PAL

Hanya masalahnya!!! seperti halnya kasus Bus dan Truk Perkasa yang dijegal dengan cara sadis. Penjajah otomotif jelas gak rela negara ini merdeka!

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan