Parade Kemenangan Perang Dunia II, Rusia Tampilkan 130 Senjata Strategis

Tentara wanita Rusia juga ikut serta dalam parade ini. Foto: guns.com

Rusia menggelar parade militer untuk memperingati Hari Kemenangan di Perang Dunia II. Parade digelar di Red Square, Moskow pada Kamis 9 Mei 2019. Dalam Parade ini ada 13.000 personel yang terlibat dan 130 sistem alutsista strategis yang diarak.

Ini adalah tahun pertama di mana tidak ada pemimpin asing menghadiri parade Hari Kemenangan. Banyak yang menjauh sejak Moskow menganeksasi Crimea dari Ukraina tahun 2014, sehingga Kremlin berhenti mengundang mereka.

Namun, Presiden Vladimir Putin memanfaatkan acara itu sebagai perayaan patriotisme Rusia.

“Pelajaran dari perang masa lalu relevan sekali lagi. Kami telah melakukan dan akan melakukan segala yang diperlukan untuk memastikan tingkat kesiapan tinggi angkatan bersenjata kami,” kata Vladimir Putin dalam pidatonya. “Kami meminta semua negara untuk mewujudkan tanggung jawab bersama kami guna menciptakan sistem keamanan yang efektif dan seimbang.”

Sebagai pembuka parade, tank T-34 legendaris Soviet, simbol lapis baja Victory, akan memimpin kolom mekanik selama parade.

Kementerian Pertahanan Rusia telah sebelumnya menetapkan prosedur untuk kolom mekanik, pesawat terbang dan helikopter untuk Parade Kemenangan di Lapangan Merah Moskow pada peringatan ke-74 kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Patriotik Besar tahun 1941- 1945.

Unit peluncur rudal balistik Yars, sistem pertahanan rudal udara S-400 yang canggih, tank dan 13.000 tentara dipajang selama parade di Lapangan Merah. Ada juga Youth Army yang baru dibentuk, yakni sebuah organisasi militer yang didukung Kremlin dengan hampir setengah juta anggota yang berusia 4 hingga 18 tahun.

Baca Juga:  Video Pesawat Gripen AU Thailand Jatuh, Pilot Tewas Karena Gagal Loncat Keluar

Kerumunan yang bersorak-sorai, termasuk anak-anak kecil yang mengenakan topi Tentara Merah, mengibarkan bendera Rusia dan Soviet ketika persenjataan berat diangkut melalui Moskow tengah. Puluhan jet tempur sedianya melintas di atas flyover, namun dibatalkan karena awan tebal.

Foto: themoscowtimes.com

“Saya membawa cucu-cucu saya ke sini untuk mengajar mereka bahwa kita tidak boleh melupakan mereka yang menyelamatkan dunia dari fasisme,” kata Tamara Borisova, 65. “Di Barat, orang-orang tidak menyadari betapa banyak penderitaan rakyat Soviet kami untuk mengalahkan Nazi,” ujarnya, seperti dikutip dari Washington Post, Jumat (10/5/2019).

Setidaknya 24 juta warga dan tentara Soviet—sekitar 14 persen dari populasi negara komunis— diperkirakan tewas selama Perang Dunia II. Jumlah korban tewas total untuk Amerika Serikat selama konflik 1939-1945 adalah sekitar 420.000 jiwa.


Setelah parade militer hari Kamis, ratusan ribu orang berbaris di sepanjang Jalan Tverskaya, jalan raya utama Moskow, yang mengarah langsung ke Kremlin, membawa potret kerabat yang bertempur dalam Perang Dunia II. Putin, yang ayahnya terluka selama perang, ada di antara mereka.

Media pemerintah mengatakan sekitar 10 juta orang berpartisipasi dalam apa yang disebut pawai Resimen Abadi di seluruh negeri.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan