Parade Tank Korea Utara 2017, Ngeri Juga Arsenalnya

Angkatan bersenjata Korea Utara memamerkan arsenal gudang senjatanya pada parade militer untuk merayakan ulang tahun ke-105 kelahiran Kim Il-sung pada hari Sabtu tanggal 15 April 2017.

Parade tank-tank tersebut tidak.tampak usang seperti yang digambarkan oleh media-media barat tentang keadaan arsenal korea utara selama ini. Negara yang dipimpim Kim Jong Un tampak berhasil melakukan upgrade dan armada lapis bajanya tampak siap jika diadu dengan Korea Selatan musuhnya. 

Berikut adalah analisis singkat peralatan militer baru yang ditampilkan pada parade militer Korea Utara tersebut oleh tim situs Army Recognition.

Tank Chonma Ho
Tank Tempur Utama Chonma-ho
Chonma-ho adalah tank tempur utama yang dirancang dan diproduksi di Korea Utara berdasarkan tank tempur utama T-62 buatan Soviet. Setidaknya ada lima versi operasional yang berbeda dari Chonma-ho. Sejak awal, Chonma-ho tampaknya telah mengalami beberapa upgrade yang cukup ekstensif. Versi yang dipamerkan pada parade militer 2017 lalu dilengkapi dengan ERA (Explosive Reactive Armor) yang dipasang pada setiap sisi di depan turret dan passive armor di depan hull. Persenjataan utama terdiri dari satu meriam smoothbore 115mm 2A20 dan senapan mesin koaksial 7,62mm . Satu senapan mesin berat 14,5mm dipasang di bagian atas turret.

Tank Pokpung-ho dengan MANPADS di belakang turet

Tank Tempur Utama Pokpung-ho Upgrade


Tank tempur utama Pokpung-ho adalah tank tempur utama buatan Korea Utara yang didasarkan pada teknologi MBT T-72, T-80 dan T-90 buatan Rusia. Versi terbarunya nampak dipersenjatai dengan meriam smoothbore 125mm 2A26/2A46 yang mampu menembakkan amunisi AP (armor piercing) yang diproduksi di Korea Utara. Pada parade militer 2017, versi baru itu dipersenjatai juga dengan dua peluncur MANPADS (Man-Portable Air System-Defense) buatan Tiongkok di bagian belakang turret, dua peluncur rudal anti-tank yang dipasang di sisi kiri turret dan pelontar granat 30mm otomatis berlaras ganda yang dipasang di sisi kanan hatch komandan.

Baca Juga:  Takut Diserbu Rusia, Amerika Kirim Ratusan Tank ke Jerman
APC M-2010 6×6

APC M-2010 6×6
M-2010 merupakan kendaraan pengangkut personil lapis baja (APC) beroda ban yang didasarkan pada BTR-80 buatan Rusia, kendaraan ini dalam kedinasan angkatan darat Korea Utara dapat ditemui dalam konfigurasi 6×6 dan 8×8. M-2010 6×6 dilengkapi dengan turret yang lebih lebar daripada yang turret BTR-80 asli, yang dipersenjatai dengan senapan mesin 14.5mm berlaras ganda dan satu peluncur MANPADS yang dipasang di bagian atas turret.

Howitzer Swagerak M-1991 122mm
Howitzer Swagerak M-1991 122mm
M-1991 adalah howitzer swagerak dengan turret yang dipasang di bagian belakang chassis kendaraan beroda rantai dengan 6 road wheel pada tiap sisinya. Persenjataan utamanya terdiri dari satu meriam D-74 122mm. Meriam tarik 122mm D-74 adalah meriam buatan Soviet yang dikembangkan pada akhir 1950-an. Meriam tersebut memiliki jarak tembak maksimal 24 km.

Howitzer Swagerak M-1989 Koksan 170mm

Howitzer Swagerak M-1989 Koksan 170mm
M1989 Koksan adalah howitzer swagerak yang dirancang dan diproduksi di Korea Utara. Sebutan M-1978 dan Koksan diberikan pada howitzer ini oleh analis militer Amerika Serikat, ketika mereka pertama kali mengetahui adanya kendaraan itu pada tahun 1989 di Koksan, Korea Utara. M-1989 Koksan tampaknya didasarkan pada chasis tank Type 59 buatan Tiongkok dengan lima road wheel tunggal beralas karet pada tiap sisinya dengan celah yang berbeda antara road wheel pertama dan kedua. Drive sprocket berada di bagian belakang dan sprocket di depan. Tidak terdapat track return roller. Persenjataan utamanya terdiri dari satu meriam 170mm yang
dipasang pada atas hull chasis kendaraan tanpa struktur apapun.

Baca Juga:  China Uji Coba Rudal Jenis Baru di Dekat Laut Semenanjung Korea
Sistem Pertahanan Udara Jarak Pendek SA-13 Modifikasi

Sistem Pertahanan Udara Jarak Pendek SA-13 Modifikasi
Versi baru dari sistem rudal pertahanan udara jarak pendek SA-13 buatan Soviet dipamerkan untuk pertama kalinya pada parade militer 2017 Korea Utara. Turret nampaknya serupa dengan versi aslinya, tapi turret diupgrade dengan rudal permukaan-ke-udara baru dengan satu blok terdiri dari empat rudal di setiap sisi turret.

MLRS (Multiple Launch Rocket System) 122mm RM-70

MLRS (Multiple Launch Rocket System) 122mm RM-70
Korea Utara membeli MLRS 122mm bekas yang nampaknya adalah RM-70 yang dirancang dan diproduksi oleh Republik Ceko. RM-70 dipersenjatai dengan rak tabung roket 40 x 122mm yang dipasang platform traversing/elevating yang dipasang di bagian belakang chasis truk 8×8 Tatra 813. Susunan tabung roket adalah baris tunggal sebanyak empat lapis yang masing-masing terdiri 10 tabung. Roket tersebut memiliki jarak tembak maksimum 20 km.


MLRS 300mm KN-09 Upgrade

MLRS 300mm KN-09 Upgrade
KN-09 adalah MLRS 300mm yang dirancang dan diproduksi di Korea Utara. Sistem peluncur roket tersebut terpasang pada chasis truk 6×6 Sinotruk HOWO buatan Tiongkok. Versi pertama dari KN-09 ini dimunculkan pada tahun 2015 tapi versi baru ini dilengkapi dengan kabin lapis baja. Stasiun peluncur roket terdiri dari dua blok masing terdiri dari empat roket. Kendaraan peluncur roket ini dapat menggunakan roket berpemandu dengan menggunakan sistem pemandu GLONASS Rusia atau sistem navigasi BeiDou Tiongkok.

Sumber : armyrecognition.com, TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan