Paris Air Show 2019: Turki Tampilkan Pesawat Tempur Generasi Kelima TF-X

Pesawat tempur next generation buatan dalam negeri Turki secara resmi ditampilkan pada hari Senin (17/06) di Paris Air Show. Turki meluncurkan mockup skala penuh TF-X-nya pada hari yang sama dimana Prancis dan Jerman juga menampilkan model kolaboratif yang mereka tawarkan untuk pesawat tempur generasi keenam di pameran kedirgantaraan tersebut, yang merupakan upaya negara-negara NATO untuk dapat menawarkan pesawat tempur generasi kelima ke pasar internasional pada akhir 2020-an.

“Kami telah berjanji kepada bangsa kami bahwa ini akan menjadi pesawat tempur terbaik di Eropa,” kata Temel Kotil, presiden dan CEO kontraktor utama Turkish Aerospace. “Selain Turki, mudah-mudahan ini juga akan menjadi pilihan pesawat tempur yang baik untuk sekutu Eropa.”

Menurut Kotil, pengalaman perusahaan dalam program pertahanan internasional seperti A400M dan F-35 membuktikan kemampuan manufaktur industri pertahanan Turki, yang akan diterapkan pada pengembangan pesawat tempur baru itu. Penerbangan pertama dari TF-X diperkirakan akan dijadwalkan pada tahun 2025, dan Turki menargetkan pesawat tersebut masuk kedinasan pada tahun 2028, katanya.


Inggris dalam beberapa bagian terlibat dalam upaya TF-X, dimana pemerintah Turki telah menandatangani “perjanjian utama” pada 2017 untuk memfasilitasi keduanya secara bersama-sama mengembangkan pesawat tersebut.

Untuk itu, BAE Systems membantu desain pesawat, sementara Rolls-Royce bekerja sama dengan perusahaan Turki Kale Group untuk mengerjakan pengembangan mesin untuk pesawat tempur itu. Tetapi pada awal tahun ini diumumkan bahwa pengembang mesin Inggris itu telah mengurangi keterlibatannya karena sengketa transfer kekayaan intelektual, dan Rolls-Royce dan Kale telah mengusulkan persyaratan yang direvisi kepada pemerintah Turki.

Baca Juga:  India Beri Hadiah Uang Bagi Warga Yang Menemukan Pesawat Antonov An-32 Yang Jatuh

Sementara Turkish Aerospace merujuk pada manfaat yang diperoleh dari pengalaman dengan program-program seperti F-35, di mana Turkish Aerospace turut mengembangkan badan pesawat (center fuselage), pemerintah AS mengatakan bahwa Turki mungkin dikeluarkan dari program F-35 sebagai akibat dari keputusannya untuk melanjutkan dengan rencana akuisisi sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia. Hal ini karenanya, dapat mempengaruhi TF-X juga.

Sumber : ainonline.com, TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan