Pasang Surut Hubungan Rusia dan Turki


Penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki di Ankara dikhawatirkan membuat hubungan kedua negara kembali memanas. Hubungan kedua sempat membaik saat percobaan kudeta militer pada Erdogan gagal. Erdogan menuding Amerika dibalik upaya kudeta.

Rusia mencoba merangkul Erdogan dengan mengundangnya secara khusus ke Moskow, undangan itu berharga mahal karena Jet Tempur AU Rusia Su-25 ditembak jatuh F-16 AU Turki beberapa bulan sebelumnya. Hubungan Turki dan Rusia langsung karib.

Dalam sejarah, Hubungan kedua negaea sudah panas sejak abad 19. Turki yang saat itu dipimpim ke Dinasti Ottoman berperang melawan Tsar Rusia dalam rebutan pulau Krimea.


Perang Krimea (1853–1856) adalah pertempuran yang terjadi antara kekaisaran Rusia melawan sekutu yang terdiri dariPerancis, Britania Raya, Kerajaan Sardinia, danKesultanan Utsmaniyah. Kebanyakan konflik terjadi di semenanjung Krimea, dengan pertempuran lainnya terjadi di Turki barat danlaut Baltik. Perang Krimea kadang-kadang dianggap sebagai konflik modern pertama yang memengaruhi peperangan pada masa depan.


Perbandingan militer Turkey dan Rusia
Lalu pada 1967-1914 kedua negara ini terlibat 12 kali perang yang dipicu bangkitnya nasionalisme Balkan dan usaha Rusia menguasai Laut Hitam.

Relasi Turki-Rusia kembali memanas ketika Soviet membatalkan perjanjian damai pada 1952, yang memicu Turki bergabung ke NATO dan mendapat perlindungan Amerika Serikat. Pada 1991 Uni Soviet runtuh dan hubungan Turki-Rusia mulai membaik. Tahun 2014 merupakan masa terbaik bagi hubungan kedua negara ini di Era Modern. Rusia bahkan menjadi pemasok utama migas ke Turki.

Baca Juga:  Mesir Terima Kapal Selam Baru Dari Jerman

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan