Pasukan Irak Berhasil Rebut Kirkuk dari Pashmerga Kurdi

Pasukan Peshmerga Kurdi membantu warga, yang menyelamatkan diri dari tempat tinggal mereka di Hawija, saat tiba untuk dipindahkan menuju kamp pengungsi, di barat daya Kirkuk, Irak, Rabu (4/10/2017). (REUTERS/Ako Rasheed

Pasukan Irak berasil menguasai provinsi kaya minyak Kirkuk secara utuh setelah berhasil merebut distrik terakhir di provinsi tersebut dari tangan pasukan Peshmerga Kurdi setelah pertempuran tiga jam, kata sumber keamanan Irak pada Jumat 20/10/2017.

Distrik Altun Kupri -atau Perde dalam bahasa Kurdi- terletak di jalur utama yang menghubungkan Kirkuk dan Erbil, ibu kota wilayah otonomi khusus Kurdistan di Irak utara, yang dalam referendum bulan lalu memilih memisahkan diri dari Irak, melawan keinginan Baghdad.

Besar kemungkinan mundurnya Pashmerga dari Kirkuk adalah bagian dari diplomasi tukar guling. Baghdad bersedia melepas Kurdistan merdeka asalkan wilayah Kirkuk tetap milik Irak.

Pasukan Irak dalam operasi pembebasan Kirkut ini terdiri atas satuan Kontra Terorisme Irak, yang dilatih Amerika Serikat, Polisi Federal dan milisi Syiah yang didukung Iran -dikenal sebagai Gerakan Rakyat- memulai pergerakan di Altun Kupri pada pukul 19.30, kata juru bicara militer Irak.

Pasukan Peshmerga mundur dari kota di tepi sungai Zab itu setelah memerangi pasukan Irak, yang melangkah maju dengan senapan mesin, mortir dan granat berpeluncur roket, kata sumber keamanan Irak. Kedua pihak tidak memberikan keterangan langsung tentang korban dalam pertempuran tersebut.

Pasukan pemerintah pusat Irak telah maju ke provinsi Kirkuk yang sebagian besar tidak dilawan, karena sebagian besar pasukan Peshmerga mengundurkan diri tanpa perlawanan.

Baca Juga:  Diserang AS dan Israel, Suriah Akan Tambah Sistem Pertahanan Udara Buatan Rusia

Langkah maju pemerintah telah mengubah keseimbangan kekuasaan di Irak utara, dan kemungkinan akan membatalkan aspirasi kemerdekaan orang Kurdi, yang mayoritas memilih untuk memisahkan diri dari Irak dan membawa ladang minyak Kirkuk bersama mereka pada 25 September.


Pertarungan di Altun Kupri hanya menandai kejadian kekerasan kedua oleh orang Kurdi di provinsi Kirkuk. Puluhan orang tewas atau terluka dalam bentrokan sebelumnya pada Senin, malam pertama oleh gerakan serangan maju pemerintah.

Altun Kupri merupakan kota terakhir di provinsi Kirkuk yang pada jalan menuju Erbil, terletak tepat di luar perbatasan wilayah otonom yang didirikan setelah jatuhnya Saddam Hussein pada 2003.


Pasukan Irak berusaha membangun kembali pemerintah Baghdad di wilayah pasukan Kurdi di luar batas resmi wilayah otonomi mereka, yang sebagian besar direbut sejak 2014 dalam perang melawan ISIS, demikian Reuters.

(antaranews.com)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan